Tepati Janji, Pemerintah Diminta Umrohkan Korban First Travel

umroh
Tepati Janji, Pemerintah Diminta Umrohkan Korban First Travel

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Pemerintah didorong menepati janji untuk memberangkatkan umroh para korban agen First Travel. Dengan mengumrohkan para korban, berarti negara hadir dalam memberikan solusi.

Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rolas Budiman Sitinjak meminta agar pemerintah tetap memberangkatkan umroh para korban First Travel.

“Ini uang jamaah, negara harus hadir dalam kasus ini. Pemerintah harus memberikan solusi,” katanya di Jakarta, Senin (16/12).

Rolas Budiman menjelaskan banyak cara untuk memberangkatkan para korban. Bisa melalui CSR perusahaan atau uang hasil sita aset First Travel yang telah diputuskan pengadilan, ditambah dengan kebijakan pemerintah.

“Keputusan pengadilan adalah uang dirampas negara. Kejadian ini seperti tidak ada lagi perlindungan terhadap konsumen,” katanya.

Lebih tegas lagi, Rolas menyebut bahwa negara dianggap lalai dalam kasus putusan pengadilan First Travel, sebab banyak korban dirugikan yang timbul akibat kejadian tersebut.

“Yang penting negara hadir. Mereka ini tidak bersalah,” tegasnya.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mendukung upaya pengembalian aset PT First Travel yang disita negara ke jamaah korban penipuan.

“Karena itu hak jamaah, ya harus dikembalikan. Sudah menjadi catatan Kemenag bahwa sebaiknya para korban ini harus diperhatikan, apakah pengembaliannya dengan cara memberangkatkan umroh atau dikembalikan uangnya. Kami dari Kemenag sangat mendukung itu,” kata Zainut usai rapat bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Opsi pengembalian tabungan umroh dan haji tersebut telah tertuang dalam Surat Keputusan Kementerian Agama Nomor 589 Tahun 2018, yang menyebutkan bahwa uang jamaah wajib dikembalikan dan atau jamaah ke Tanah Suci.

“Ya karena memang gugatan kan gugatan pidana, sehingga aset yang berkaitan dengan hal itu memang disita oleh negara,” tambahnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Bank Dunia Beri Hutang ke Indonesia Rp24,6 Triliun

Sebelumnya Menag Fachrul Razi berjanji memberangkatkan umrah para korban penipuan First Travel. Namun hal ini akan dilakukan secara bertahap.

Fachrul mengatakan semua korban First Travel bisa berangkat umrah sebelum periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) berakhir. Namun, Fachrul masih mengkaji skema terbaik untuk memberangkatkan para korban. Kemungkinan Kemenag akan meminta bantuan para biro jasa travel haji dan umrah.

“Mudah-mudahan bisa kami titip ke beberapa tempat, dan mudah-mudahan butuh beberapa kali, lima tahun bisa teratasi. Selama periode kedua kepemimpinan Pak Jokowi kita bisa selesai, mudah-mudahan,” kata Fachrul

Sementara sejumlah pengusaha menginisiasi gerakan #SaveTheirUmra. Sebuah gerakan kemanusiaan untuk memberangkatkan umrah para korban First Travel. Sebanyak 1.000 orang akan diumrahkan tahun ini.

Ketua Pembina Gerakan #SaveTheirUmra, Fuad Hasan Masyhur, menerangkan gerakan tersebut dibuat untuk mewujudkan mimpi para jemaah bisa menginjakkan kaki ke Tanah Suci.

“Kasihan masyarakat yang dengan susah payah mengumpulkan dana untuk bisa ke rumah Allah SWT tidak tercapai. Kami sebagai penyelenggara bisa merasakan kekecewaan yang dialami masyarakat ini. Jadi kami ini mencoba menyiasati bagaimana untuk bisa mencarikan solusi agar masyarakat yang menjadi korban dapat mewujudkan mimpinya,” kata Fuad.

Fuad menerangkan jamaah yang akan diprioritaskan adalah yang sudah berumur. Selain itu, pihaknya melihat dari tingkat ekonomi jemaah.

“Untuk masyarakat yang jadi korban bisa nanti duduk bersama pihak kami untuk urung rembuk dan kami akan melibatkan semua komponen, baik itu pemerintah, kejaksaan, kepolisian, kami baru saja mendengar pemerintah juga mempunyai niat yang sama untuk mengupayakan untuk bisa memberangkatkan secara bertahap,” jelasnya.

Ketua Pengurus Gerakan #SaveTheirUmra, Ali M Amin mengatakan sudah ada 1.000 jamaah yang bakal diberangkatkan. Teknis pemberangkatannya masih difinalisasi oleh penyelenggara.

Artikel Menarik Lainnya :  Waspada! Pencurian Data di Aplikasi Pinjol Ilegal

“Alhamdulillah dari tujuh inisiator ini pertama, paling tidak dari kami sendiri itu seribu yang dimunculkan, yang akan diberangkatkan. Untuk teknis kita tidak bicara sekarang, karena itu harus membentuk tim konkret. Paling tidak ini ada satu solusi dari kami diberangkatkan,” kata dia.(gw/fin)