Peringati Hari Guru, 1.500 Siswa SD di Wonosobo Suguhkan Permainan Tradisional di Pasar Selomerto

Dolanan
RIBUAN. Ribuan siswa SD se-Kecamatan Selomerto menampilkan 10 permainan tradisional di momen peringatan Hari Guru dan Peduli Literasi di Taman pasar Selomerto,

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Sebanyak 1.500 siswa perwakilan sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Selomerto bersama perwakilan 300 guru dan 50 komite sekolah dari sedikitnya 30 SD suguhkan permainan tradisionil di  taman Pasar Selomerto, Senin pagi (16/12).

Kegiatan yang diawali dengan menyumbang satu buku oleh satu anak dari 30 SD bersama para guru dan komite menandai peringatan hari guru se-Kecamatan Selomerto itu. Kegiatan bertajuk Gerakan Selomerto Berkarakter dan Peduli Literasi juga mengusung 10 permainan tradisional dan gerakan literasi sekolah.

Membuka kegiatan, Kepala Dinas Dikpora Wonosobo, Sigit Sukarsana menyebut bahwa dengan agenda itu harapannya bisa menjadikan siswa di kawasan Selomerto lebih berkarakter untuk bersama-sama berusaha tingkatkan pendidikan dan berjuang majukan pendidikan. Sigit lalu memanggil dua siswa dari dua SD untuk menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca di sekolah sebelum berangkat ke pasar. Sigit juga mengapresiasi dengan memberi uang saku pada kedua siswa yang berani maju tersebut.

Baca Juga
Tanam Bibit Pohon di Hutan Lindung, Warga Magelang Tewas Tersambar Petir

“Dua siswa tadi bisa menyampaikan dengan sangat baik apa yang sudah dibaca pagi hari sebelum pelajaran dimulai, meski hanya membaca 15 menit. Itu membuktikan bahwa kegiatan itu efektif dan bisa meningkatkan literasi siswa. Harapannya dengan agenda ini bisa menjadi motivasi untuk kita bersama memajukan pendidikan di selomerto,” ungkapnya.

Senada, Ka Korwil kecamatan Selomerto, Nurul Hidayati menyebut inisiasi kegiatan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan PGRI kecamatan Selomerto menjadi sesuatu yang baru dan bisa secara nyata memajukan literasi. Harapannya semua sekolah bisa terus melanjutkan apa yang telah dibangun bersama terutama dalam bidang literasi.

Artikel Menarik Lainnya :  Stop Dispensasi Nikah di bawah Umur

“Perignatan dan kegiatan besar selama ini didominasi olahraga maupun jalan sehat saja, tapi ini konsep yang beda untuk tumbuhkan komunikasi, kolaborasi, dan lestarikan permainan tradisional yang mulai punah jika tidak dikenalkan. Ada 10 permainan treadisional termasuk Jamuran, Sudah Mandah, cublak-cublak suweng, dan masih banyak lagi.

Menurut Ketua panitia, Daryadi yang juga Kepala sekolah SD Kadipaten mengaku salut dengan kekompakan seluruh peserta mengingat ada lebih dari 1.850 peserta terlibat di acara itu dan siswa bisa tertib hingga acara selesai.

“Hari ini terkumpul buku untuk perpustakaan sekolah sejumlah siswa dari kelas 1 sampai 6 yang menyumbang, sehingga total ada lebih dari 2000 buku yang terkumpul dan harapannya anak biasakan sejak dini baca buku serta guru bisa latih pendidikan karakter lewat permainan tradisional. Ini rencananya digelar dua tahun sekali,” pungkasnya. (win)