DPRD Kota Magelang Dukung Lelang Terbuka di Kawasan Bekas MT

Gedung MT
DPRD Kota Magelang Dukung Lelang Terbuka di Kawasan Bekas MT

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG– Sejumlah Anggota DPRD Kota Magelang mendukung rencana Pemkot Magelang melelang terbuka kawasan bekas gedung Magelang Teater (MT) di Jalan A Yani, Magelang Tengah. Sejauh ini, Pemkot Magelang masih berupaya menarik pengusaha agar bekas gedung bioskop di jantung kota itu segera mendapatkan investor yang cocok.

”Pada prinsipnya, saya sendiri sangat setuju dengan rencana Pemkot Magelang untuk menjual eks-Magelang Teater dari sisi investasinya. Karena dengan begitu, dampaknya akan ke semua lini, termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat jika di gedung mangkrak itu berubah menjadi penggerak roda perekonomian,” kata Anggota Komisi B DPRD Kota Magelang, Aji Setiawan, kepada wartawan, Senin (16/12).

Aji mengaku seringkali mendapat penyampaian terkait rencana itu. Bahkan, tidak ada satupun nota protes yang terucap dari kalangan wakil rakyat, ketika pemerintah menyampaikan dan meminta tanggapan dari kalangan legislatif dalam forum resmi.

”Dari sekian rapat yang saya ikuti, baik di DPRD maupupun Komisi B, prinsipnya anggota dan pimpinan setuju-setuju saja dengan rencana Pemkot Magelang soal bekas gedung Magelang Teater, kalau untuk mengundang investor. Kalau tiba-tiba ada yang memprotes atau tidak sepakat, menurut saya itu bukan mewakili komisi atau kolektivitas DPRD Kota Magelang,” ujarnya.

Baca Juga
Pengurus Kabupaten Magelang Dilantik, Arah Lindu Aji Sosial

Politisi PDI Perjuangan tersebut menuturkan bahwa sesuai aturan mekanisme lelang menjadi wewenang sepenuhnya Pemkot Magelang. Sedangkan Anggota Dewan, sebutnya, punya kapasitas untuk mengawasinya.

”Dewan boleh mengintervensi dalam hal pengawasan. Investasi bekas gedung MT ini kan baru sebatas dilelang, artinya tahapannya masih di ranah eksekutif, dan DPRD hanya mengawasi. Itu kalau kita bicara sesuai aturan perundang-undangan,” jelasnya.

Menurut dia, adanya investasi di bekas gedung Magelang Teater akan memberikan keuntungan lebih bagi masyarakat. Misalnya, penyerapan tenaga kerja, peningkatan perekonomian dari kalangan industri kecil, dan lain sebagainya.

Artikel Menarik Lainnya :  Kelewatan! Korupsi Barang Tanggap Darurat Bencana Covid-19

”Dari pada gedung itu mangkrak sudah lama dan tidak difungsikan, akan lebih bagus jika berhasil menyerap tenaga kerja kita,” ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD Kota Magelang lainnya, Marjinugroho juga mengaku setuju dengan rencana adanya investasi di bekas gedung Magelang Teater. Sebab di kawasan itu dulunya juga pernah menggaungkan nama Magelang.

”Harapan saya ya kalau gedung itu bisa merefleksikan masa lalu, mampu menjadi daya tarik tersendiri orang luar daerah untuk datang ke Kota Magelang,” papar Marjinu yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Magelang itu.

Lain halnya dengan Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang, Stin Syahyutri Soeksino yang agaknya kurang mendukung terhadap Pemkot Magelang soal lelang terbuka kawasan gedung eks-Magelang Teater. Stin juga mengaku jika selama ini Pemkot Magelang tidak pernah mengajak diskusi dengan DPRD Kota Magelang terkait wacana pembangunan bekas gedung bioskop di jantung kota tersebut.

Baca Juga
Longsor di Wonosobo, Satu Orang Tewas, Dua Luka Serius

”Belum ada pembicaraan serius dengan anggota dewan. Mestinya ada bahasan secara matang dulu, baru menjual bekas gedung Magelang Teater itu, agar proses pembangunan pun sesuai secara aturan,” katanya.

Dia menyarankan, Pemkot Magelang membahas dengan Anggota DPRD terlebih dahulu. Meski prinsipnya, dia tetap mendukung rencana Pemkot Magelang dalam hal mendatangkan investor.

”Bukannya kami menolak investor. Hanya saja baiknya ditahan dulu. Apalagi kan tahun 2020 adalah masa transisi kepemimpinan Walikota Magelang,” katanya.

Stin tak menyatakan secara jelas, hubungan antara masa transisi kepemimpinan dengan keterlibatan para investor nantinya. Namun, dia menilai jika dipaksakan dijual pada tahun di mana saat itu juga dihelat pemilihan kepala daerah (Pilkada), ia menilai akan sangat riskan.

Artikel Menarik Lainnya :  Harus Tau! Daftar Sembako yang Bakal Kena Pajak

”Tahun 2020 akan terjadi masa transisi (Walikota Magelang). Jadi, rasanya agak riskan,” ujarnya. (wid)