Seminar di SMPN 19 Purworejo, Guru Didorong Terapkan Metode Kontekstual

Mapel Matematika Jangan Jadi Momok Siswa.
PRESENTASI. Sejumlah guru melakukan presentasi ide pembelajaran kontekstual Metematika dalam seminar di laboratorium Matermatika SMPN 19 Purworejo

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO– Para guru mata pelajaran (Mapel) Matematika  didorong untuk kreatif dalam proses belajar mengajar di sekolah. Salah satu caranya yakni dengan mengubah metode pembelajaran yang masih konvensional menjadi konstektual agar siswa merasa senang dan tidak menjadikan Matematika sebagai momok, khususnya saat ujian nasional (UN).

Dorongan itu diberikan oleh SMP Negeri 19 Purworejo melalui kegiatan Seminar Sharing Pembelajaran Kontekstual Mapel Matematika ala Yuli Eko Sarwono, Sabtu (14/12). Seminar digelar di Laboratorium Matematika SMPN 19 diikuti sekitar 30 guru Matematika dari berbagai sekolah di Kabupaten Purworejo.

Selama seminar, para peserta diajak mendalami metode dan langsung mempraktikkannya dengan ide-ide pembelajaran kreatif. Evaluasi lalu dilakukan secara bersama-sama di bawah bimbingan Yuli Eko Sarwono yang telah diakui hingga tingkat nasional sebagai guru Matematika kreatif dan inovatif asal SMPN 19 Purworejo.

“Kegiatan ini diselenggarakan untuk memotivasi para guru agar kreatif, sehingga di sekolah Matematika tidak menjadi momok atau Mapel yang menakutkan bagi siswa. Dengan metode kontekstual ini, Matematika yang biasanya dianggap abstrak dikonkretkan dengan alat-alat peraga,” kata  Kepala SMPN 19 Purworejo, Drs Wahyudi Waluyojati MMPd.

Disebutkan, penyelengaraan seminar mendapat dukungan penuh dari PT Waskita Karya, yang beberapa bulan lalu juga telah membangunkan Laboratorium Matematika untuk SMPN 19. Ide-ide pembelajaran kreatif yang mucul selama seminar selanjutnya didokumentasikan oleh PT Waskita Karya dan disiapkan sebagai media pembelajaran.

“Rencananya kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan seminat tingkat nasional dan mengundang guru-guru berprestasi tingkat nasional. Semoga apa yang kami lakukan bersama Pak Yuli Eko yang pernah menjadi guru terpuji tingkat Jateng ini bisa memberikan manfaat untuk dunia pendidikan, khususnya Mapel Matematika,” sebutnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Purworejo, Sukmo Widhi Harwanto SH MM, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada SMPN 19. Menurutnya, ini juga sejalan dengan kebijakan dari pemerintah saat ini yang mengarahkan pada pembelajaran menyenangkan dan aplikatif.

Pihaknya pun mendorong kepada seluruh sekolah agar dapat menerapkannya, tidak hanya pada Mapell Matematika, melainkan juga Mapel lainnya.

“Metode pembelajaran di SMPN 19 ini menjadi model. Untuk Mapel lain akan kita dorong terus guru-guru di seluruh sekolah untuk merumuskan,” ungkapnya. (top)