Perempuan Kerap Jadi ‘Korban’ Penuluran Penyakit Seksual

HIV
BUKA SEMINAR - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat membuka Seminar Kesehatan Reproduksi Wanita di Aula Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan di Kedungwuni,

MAGELANGEKSPRES.COM,PEKALONGAN – Kaum perempuan masih kerap menjadi ‘korban’ penularan penyakit seksual menular, bahkan penyakit HIV/Aids. Di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2019 terdapat 76 penderita HIV dengan 27 orang di antaranya adalah wanita, dan 25 penderita merupakan ibu rumah tangga.
Berbagai persoalan kesehatan lainnya juga masih menggelayuti kaum perempuan, seperti kasus angka kematian ibu hamil/melahirkan, kanker serviks, kanker payudara, dan lainnya.
Kondisi kesehatan kaum perempuan itu mengemuka dalam Seminar Kesehatan Reproduksi Wanita di Aula Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan di Kedungwuni, Jumat (13/12). Seminar digelar oleh PC Fatayat NU Kabupaten Pekalongan dalam rangka menyongsong Hari Ibu Tahun 2019.
Kegiatan dibuka Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, dan menghadirkan narasumber Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Munafah Asip Kholbihi dan dr Ida Sulistiyani dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
Bupati Asip Kholbihi mengatakan, persoalan besar yang dihadapi masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah angka kematian ibu atau AKI. Namun, pada tahun ini sampai bulan November angkanya berkurang dibanding tahun sebelumnya. “Tahun ini tercatat ada 8 angka kematian ibu. Saya berharap mudah-mudahan angkanya sampai di sini saja. Saya doakan semoga ibu-ibu yang meninggal khusnul khotimah,” katanya.
Bupati menyampaikan, disamping mengimplementasi Peraturan Menteri Nomor 61 Tahun 2014, dirinya juga mengajak untuk bersama-sama melaksanakan PP Nomor 97 Tahun 2014 dimana tugas pemerintah, yakni menjamin kesehatan ibu, mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi baru lahir, menjamin tercapainya kualitas hidup dan hak reproduksi.
“Yang terpenting adalah mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang bermutu, aman dan bermanfaat sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Bupati.
Ruang lingkup kesehatan reproduksi, lanjut Bupati, ada beberapa hal di antaranya kesehatan ibu dan bayi lahir baru lahir, keluarga berencana, pencegahan dan penanganan infertilitas, pencegahan dan penanganan keguguran, pencegahan dan penanganan saluran reproduksi dan infeksi penularan seksual dan HIV/Aids.
“Kesehatan seksual, kekerasan seksual, deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan reproduksi lanjut usia dan pencegahan praktik yang membahayakan,” tambahnya.
Menurut data, terang Bupati, pasangan usia subur di Kabupaten Pekalongan ada 183.915 pasangan. Menurutnya, jumlah kasus HIV sebanyak 403 kasus, menduduki lima besar terbawah di Jawa Tengah, dengan 184 penderita perempuan dan 115 adalah ibu rumah tangga.
“Menurut data pada tahun ini 76 penderita HIV dengan 27 di antaranya adalah wanita dan 25 ibu rumah tangga,” terang Bupati.
Dikatakan, untuk kanker payudara ada 180 kasus, dengan jumlah kematian 14 kasus. Disebutkan, kanker servik leher rahim ada 33 kasus, jumlah kematian 5 kasus.
Ditandaskan, pemkab serius dalam menangani penyakit kaum perempuan, utamanya kanker serviks, namun pemerintah juga tidak bisa sendiri. “Untuk itu, kami mengundang semua elemen untuk bersama-sama menurunkan angka penyakit reproduksi wanita di Kabupaten Pekalongan,” ajaknya.(had)

Artikel Menarik Lainnya :  Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BNPB Cek Pelaksaan Vaksinasi Di Grobogan