Unsiq Wonosobo Latih Dasawisma, Kembangkan Produksi Jajanan Pasar

PKM
PKM. Program Kemitraan Masyarakat ( PKM) Unsiq melakukan pendampingan pengembangan usaha bersama UKM Dasawisma Melati dan UKM Dasawisma Kamboja Kelurahan Kalibeber Kecamatan Mojotengah.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Pemberdayaan masyarakat merupakan sebuah konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai-nilai sosial dan memandirikan masyarakat. Salah satu indikasi keberhasilan program tersebut, berkembangnya kewirausahaan keluarga, kelompok masyarakat tanpa meninggalkan nilai dan etika.

Terkait dengan hal itu, melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Unsiq melakukan pendampingan  pengembangan usaha bersama UKM Dasawisma Melati dan UKM Dasawisma Kamboja Kelurahan Kalibeber Kecamatan Mojotengah. Usaha yang dikembangkan ke dua UKM  tersebut industri rumah tangga jajanan tradisional.

Pendampingan usaha kecil tersebut dilakukan oleh Dosen Universitas Sains Al-Quran  Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer. Program kemitraan masyarakat sudah dilakukan sejak bulan juni hingga bulan oktober 2019 silam. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Dosen Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Nasyiin Faqih, ST, MT mengemukakan kegiatan ini untuk mengatasi permasalahan utama yang dihadapi ke dua UKM, yaitu keterbatasan kualitas alat atau sarana penunjang.

Baca Juga
Gunung Beser di Wonosobo, Kembangkan Potensi Buah dan Rempah

Dijelaskan, mayoritas rangkaian proses produksi masih manual, penjualan produk kue tradisional masih berkeliling dan produksi jenis kue sangat terbatas.

“Dari persoalan itu kemudian kita memberikan arahan  solusinya, seperti  sarana penunjang diganti penggerak mesin, tempat menetap, pelatihan membuat variasi macam kue ditingkatkan,” ujarnya

Selain itu, kedua UKM tersebut  juga menghadapi masalah di mana rendahnya pengetahuan yang dimiliki serta keterampilan kewirausahaan dan belum ada pembukuan yang memadai, berakibat kurang terkontrolnya manajemen pemasarannya.

Menurutnya, metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pengadaan alat pendukung produksi UKM, memberikan motivasi dan managemen mitra melalui pelatihan wirausaha profesional, meningkatkan kreativitas dan inovasi mitra melalui pelatihan dan praktek langsung cara memproduksi kue tradisional jajanan yang memiliki daya tarik tinggi terhadap konsumen.

Artikel Menarik Lainnya :  Lonjakan Covid-19 di Wonosobo Capai 1600 Kasus

Baca Juga
Warga Muntilan dan Sawangan Tolak Penambangan Pasair Pakai Backhoe

“Melalui pelatihan in class dan out class, meningkatkan kemampuan UKM  terhadap relasi pemasaran produk dan pangsa pasar yang layak ditingkatkan melalui pelatihan bauran promosi, dukungan modal investasi usaha mikro khususnya peralatan dan sarana penunjang, memberikan bimbingan manajemen pembukuan,” terangnya

Hasil dari pengabdian masyarakat optimalisasi produk kewirausahaan Dasawisma,  berupa  pengadaan dan perancangan mesin yang efektif untuk mencampur adonan, menggiling bumbu, oven kue, pengemasan kue sehingga omzetnya meningkat.

“Mitra UKM ini  telah mampu mengoperasionalkan alat tersebut dengan baik, telah meningkatkan jenis dan model kue tradisional lainnya serta telah menerapkan manajemen pembukuan yang tertib,” pungkasnya. (gus)