Siswa SMK YPE Sawunggalih Diajak Kreatif Berliterasi

KREATIF. Siswa SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo menyaksikan proses kreatif penciptaan literasi dari seorang pelukis kaki, Sabar Subadri, saat workshop di sekolah setempat, 
KREATIF. Siswa SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo menyaksikan proses kreatif penciptaan literasi dari seorang pelukis kaki, Sabar Subadri, saat workshop di sekolah setempat, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO– SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo mengajak para siswanya untuk aktif berliterasi melalui kegiatan Workshop Literasi di halaman sekolah setempat, Kamis (12/12). Adanya kegiatan itu sekaligus menggugah kesadaran siswa sebagai generasi milenial yang harus kreatif berliterasi, tetapi tidak melalaikan budaya.

Workshop diikuti lebih dari seribu siswa kelas X, XI, dan XII serta sejumlah guru MGMP Bahasa Jawa. Mereka mengenakan busana adat mendapatkan materi, baik teori maupun praktik, dari dua orang pegiat literasi kondang nasional. Masing-masing yakni penulis asal Jakarta, Na Dhien, dan sang pelukis kaki asal Salatiga, Sabar Subadri. Kegiatan berlangsung meriah dengan adanya berbagai pertunjukan seni dan sastra.

Kepala Perpustakaan SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo selaku Ketua Panitia, Dwiana Rahayu SPd MPd, mengatakan bahwa Workshop Literasi merupakan agenda tahunan sekolah untuk menguatkan kemampuan literasi siswa. Tahun 2019 ini kegiatan mengangkat tema “Pena dan Kuas Pemantik Kreativitas Milenial tanpa Mengalpakan Budaya” dengan harapan dapat tercetak siswa-siswa yang kreatif berliterasi, tetapi tidak lupa terhadap budayanya.

Baca juga
Format Beda, UN Tetap Dilaksanakan

“Setiap tahun konsep kegiatan berbeda-beda, sesuai dengan kondisi aktual yang dibutuhkan siswa. Tahun lalu kegiatan kita kemas dengan angkringan literasi, kali ini lebih pada bagimana menggali potensi kreativitas,” katanya.

Dalam kegiatan ini, tim literasi sekolah sengaja menghadirkan dua narasumber yang berbeda latar belakang. Secara khusus, Na Dhien dihadirkan untuk memompa semangat siswa dalam bidang menulis, khususnya bahasa Jawa. Sementara Sabar Subardi, membuka wawasan siswa bahwa literasi tidak sebatas pada membaca atau menulis. Sabar yang memiliki keterbatasan fisik juga memberi motivasi bahwa kreativitas dapat diciptakan meski dalam kondisi keterbatasan.

Artikel Menarik Lainnya :  SMK Negeri 3 Magelang Gelar IHT Kurikulum Merdeka Belajar

Keduanya pun berkolaborasi saat memberikan materi. Na Dhien mengajak perwakilan siswa membaca geguritan dan Sabar mengajak siswa lain mendeskripsikan esensinya dalam sebuah lukisan.

“Selama ini kegiatan literasi memang sudah jalan, tapi kreativitasnya masih terbatas. Dengan kegiatan ini kita berharap siswa jadi sadar bahwa literasi itu luas dan banyak kreativitas yang bisa kita ciptakan,” jelas Dwiana.

Sementara itu, Kepala SMK YPE Sawunggalih, Tri Yulianto SKom MPd, mengapresiasi terobosan tim literasi dan antusias siswa dalam mengikuti kegiatan. Menurutnya, workshop yang digelar sejalan dengan misinya pada periode kedua dirinya menjabat kepala sekolah ini, yakni peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan-pelatihan, baik bagi guru maupun siswa.

“Total siswa di sekolah ini ada sekitar 1.500. Kita ingin, dari jumlah itu muncul siswa-siswa pegiat literasi yang mumpuni,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, semangat berliterasi dapat terus bergelora.  Workshop perlu ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata, seperti penerbitan buku, aktivitas jurnalistik, serta implementasi lewat ekstra kurikuler.

“Di era milenial yang serba digital ini, siswa perlu dibentengi lebih kuat agar tidak lupa pada budayanya. Dengan kemampuan literasi yang baik, tentu wawasan siswa akan lebih baik sehingga setelah lulus memiliki bekal yang cukup,” tandasnya. (top)