RSUD Dr TrjitroWardojo Purworejo Siap Tangani Operasi Bibir Sumbing Gratis

EDUKASI. Sejumlah keluarga pasien bibir sumbing mendapatkan edukasi dalam penyuluhan di RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo
EDUKASI. Sejumlah keluarga pasien bibir sumbing mendapatkan edukasi dalam penyuluhan di RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO– RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Purworejo menggelar Bakti Sosial berupa Penyuluhan dan Pemberian Bingkisan kepada pasien pre dan post operasi Bibir Sumbing atau Celah Bibir dan Langit-langit (CBL), Selasa (10/12). Kegiatan berlangsung di auditorium RSUD diikuti belasan keluarga pasien CLB dari wilayah Kabupaten Purworejo, Magelang, dan Kebumen.

Penyuluhan dan pemberian bingkisan tersebut menjadi tindak lanjut dari penanganan operasi gratis yang dilakukan Poliklinik Bedah Mulut dan Maksilofasial RSUD Dr Tjitrowardojo bersama sejumlah pihak yang tergabung dalam tim pada 2 Desember lalu. Melalui kegiatan ini diharapkan keluarga pasien penyandang CBL dapat melakukan penatalaksaan pascaoperasi dengan baik.

“Dalam penyuluhan ini kita juga memberikan edukasi kepada calon pasien yang pada saat skrining bulan lalu tidak memenuhi syarat 10 persyaratan (the rules of ten), maka diharapkan calon pasien ini 3 atau 4 bulan mendatang sudah siap untuk dilakukan operasi tahap berikutnya,” kata drg Arlita Tri S Sp BMM, dokter Pliklinik  Bedah Mulut dan Maksilofasial selaku Koordinator Kegiatan Bakti Sosial.

Baca Juga
Harga Ganti Rugi Tanah di Purworejo Dinilai Tak Manusiawi

Disebutkan, bakti sosial kali ini merupakan yang ke-5 dilakukan PDGI Cabang Purworejo sejak tahun 2017. Tahun 2017 operasi dilakukan di RSU Purwa Husada dengan jumlah 20 pasien, tahun 2018 di RSUD Dr. Tjitrowardojo dilakukan skrining sejumlah 27 pasien, yang memenuhi syarat dan dilakukan operasi sejumlah 13 pasien pada bulan Agustus 2018. Dilanjutkan operasi sejumlah 7 pasien pada bulan September 2018 dan 6 pasien pada bulan Maret 2019. Sementara pada bakti sosial periode ini ada dari 15 pasien yang menjalani skrining dan 6 pasien yang memenuhi persyaratan telah menjalani operasi.

Artikel Menarik Lainnya :  Dilematis, Imbas Kedelai Mahal, Produsen Tahu Terpaksa Naikkan Harga

“Dengan demikian total peserta operasi CBL yang dilakukan di Kabupaten Purworejo selama 2 tahun berjumlah 52 orang pasien. Adapun pendanaan kegiatan ini dari berbagai sumber di antaranya Yayasan Smile Train yang di Indonesia salah satu penyalurannya oleh Yayasan Karya Hati Insani Semarang,” sebut drg Arlita didampingi Kasubag Humas RSUD, Lely Dewi Pramudyani.

Menurutnya, jumlah bayi lahir dengan gangguan CBL di Kabupaten Purworejo cukup tinggi. Sebagain besar berasal dari wilayah pegunungan dan jauh dari fasilitas kesehatan, seperti Kecamatan Bruno. Ibu hamil dari wilayah tersebut cenderung kurang melakukan kontrol kesehatan secara rutin.

Baca juga
Jawa Tengah Borong Juara Dalam Anugrah Indonesia Damai 2019

“Enam puluh persen CBL ini memang disebabkan oleh faktor genetik dan 40 selebihnya faktor lain. Seperti kurang vitamin, asam folat, polusi asap rokok, atau justru penggunaan obat-obatan atau jamu tanpa persetujuan dokter,” jelasnya.

Risiko bayi lahir CBL dapat dicegah dengan gaya hidup sehat. Namun, jika seorang ibu sudah terlanjur melahirkan bayi dengan kondisi CBL, drg Arlita meminta tidak perlu khawatir atau berkecil hati. Pasalnya, RSUD Purworejo kini telah memiliki layanan itu sehingga keluarga pasien tidak perlu jauh-jauh ke kota besar untuk operasi.

“Kita siap menangani mulai perawatan pasca lahir sampai penanganan operasi. Bahkan, saat ini kami juga sedang menyiapkan untuk layanan terapi wicara. Harapannya kami bisa memberikan pelayanan hingga purna,” tegasnya. (top)