Petani Bawang Putih di Temanggung Berharap Cuaca Mendukung

bawang putih
bawang putih

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Petani bawang putih di lereng Gunung Sindoro tepatnya di Desa Tlahab Kecamatan Kledung baru mulai melakukan penanaman bawang putih. Namun demikian petani berharap selama musim tanam hingga panen raya mendatang cuaca bisa mendukung, sehingga produktivitas bawang putih bisa lebih maksimal.

Ahmad Badrun menuturkan, musim tanam bawang tahun ini mundur jika dibandingkan dengan tanam tahun sebelumnya. Mundurnya musim tanam kali ini karena terpengaruh cuaca yang tidak menentu.

“Tahu kemarin di awal bulan November sudah mulai tanam, sekarang sudah memasuki Desember baru saja tanam,” tuturnya.

Menurutnya, mundurnya musim tanam bawang putih ini karena hujan di daerahnya baru saja terjadi di akhir hingga awal Desember ini. Sehingga penanam bawang putih terpaksa diundur.

Baca Juga
Jelang Natal dan Tahun Baru, Sekda Wonosobo Minta Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

“Tidak hanya petani bawang putih di Kecamatan Kledung saja, mayoritas petani bawang putih di wilayah Temanggung juga sama,” tuturnya.

Mundurnya musim tanam tahun ini akan sangat berpengaruh pada masa panen raya ke depan. Bahkan ada kemungkinan akan berpengaruh terhadap produktivitas bawang putih.

Oleh karena itu petani sangat berharap, cuaca selama masa tanam, perawatan hingga menjelang panen raya ke depan bisa lebih mendukung, sehingga tidak berpengaruh terhadap produktivitas bawang putih.

“Selama tanam hingga tumbuh dan mulai perkembangan, tidak terlalu banyak hujan. Sebab pada masa ini jika hujan terlalu sering maka kelembaban udara menjadi tinggi. Kondisi ini akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bawang putih. Tanaman bawang putih akan mengalami busuk batang ketika kelembaban udara menjadi tinggi,” katanya.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Misyadi petani lainnya. Selain mudah terserang busuk batang, ketika curah hujan tinggi saat tanaman bawang putih yang mulai tumbuh juga akan mudah terserang virus kuning.

Artikel Menarik Lainnya :  Industri Mesin Sangrai Kopi Tak Goyang Dihantam Pandemi

Menurutnya virus kuning sangat berbahaya dan sangat ditakuti oleh petani. Sebab jika virus dan busuk akar sudah mulai menyerang maka penangananya sangat sulit dan jika itu terjadi maka petani terancam gagal panen.

“Maka dari itu kami sangat berharap cuaca bisa mendukung, sehingga ke depan tanaman bawang putih milik petani bisa berproduksi maksimal,” harapnya.

Baca Juga
Harga Ganti Rugi Tanah di Purworejo Dinilai Tak Manusiawi

Ahmad Badrun menambahkan, jika cuaca mendukung dan perawatan dilakukan maksimal maka dalam satu kuintal benih bawang putih bisa memproduksi kurang lebih 1.000 kilogram bawang putih basah.

“Kalau cuaca normal dan perawatannya bagus bisa mencapai maksimal produksinya. Satu kilogram benih bawang putih bisa memproduksi 10 kilogram bawang putih basah,” terangnya.

Ia berharap, harga bawang putih kedepan juga semakin bagus, tidak seperti tahun sebelumnya, sudah produktivitasnya tidak maksimal harganya tidak sesuai harapan petani.

“Kemarin itu satu kilogram bawang putih basah paling mahal hanya sekitar Rp17 ribu per kilogram, padahal saat itu produktivitasnya sangat menurun. Semoga saja tidak terjadi lagi pada panen raya mendatang,” harapnya. (set)