PDAM Kota Magelang Klaim Atasi Suplai Tersendat di Tidar Sari

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG SELATAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang mengklaim telah menuntaskan kasus tersendatnya suplai air bersih di Kampung Tidar Sari, RT 01 RW 10, Tidar Selatan. Empat titik kebocoran pipa sudah diperbaiki.

Kabag Teknik, PDAM Kota Magelang Suroso mengatakan, perbaikan pipa pada empat jalur selesai dilakukan, Selasa (10/12). Saat ini suplai air ke rumah pelanggan sudah normal kembali.

“Ada empat pipa yang kita cek. Mulai dari depan SMP Negeri 8 sampai wilayah eks rel kereta api di Kampung Tanon. Banyak faktor sehingga di kampung ini sering terjadi kebocoran,” kata Suroso, Rabu (11/12).

Pihaknya pun sempat mendatangi warga dan mengajak dialog untuk bersama-sama menyelesaikan masalah kebocoran ini. Menurut dia, Kampung Tidar Sari memang acap mengalami gangguan karena topografi dan stok air di bak penampungan Gunung Tidar yang kurang memadai.

Baca Juga
Harga Ganti Rugi Tanah di Purworejo Dinilai Tak Manusiawi

“Faktor lain karena beberapa pipa mengalami kebuntuan. Di dekat itu sedang ada perbaikan drainase. Banyak pipa pecah. Kemudian adanya tekanan permukaan jalan yang sering dilalui kendaraan sehingga mempengaruhi diameter pipa,” ujarnya.

PDAM juga menambah jam aliran air ke pelanggan khusus di Tidar Sari. Yang semula dialirkan selama tiga kali tiap hari, kini menjadi empat kali.

“Pengaliran kita tambah pada pukul 23.00 sampai 00.00. Satu jam ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan air pelanggan Tidar Sari,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasokan air PDAM di Kampung Tidar Sari bermasalah sejak pekan lalu. Warga pun harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan air. Salah satunya menandon air dari SD dan SMP terdekat.

Hal itu diakui Haris Antana, Ketua RT 01 RW 10, Tidar Sari, Tidar Selatan. Dia mengatakan, tiap hari dirinya dan warga membutuhkan 8–10 galon.

Artikel Menarik Lainnya :  Harus Tau! Daftar Sembako yang Bakal Kena Pajak

“Tapi tidak ada pasokan dari PDAM. Kami terpaksa nyari air sampai ke tetangga-tetangga dan kantor SD. Di sana air lancar, tapi di RT 01 tidak ada yang lancar,” ujarnya, Senin (9/12).

Saking gemasnya, dia dan puluhan warga lainnya mengancam akan mendatangi kantor PDAM, jika pelayanan masih dianggap ketus. Terlebih, warga sudah melaporkan kejadian itu tetapi tidak ada respons dari PDAM.

“Kami sudah pakai layanan SMS Gateway milik PDAM, tapi yang jawab malah mesin bukan orang. Kita sudah layangkan surat ke PDAM, juga tidak ada respons. Belum selesai itu, semua media sosial PDAM Kota Magelang juga sudah kami lapori keluhan ini,” ungkapnya.

Surat protes kepada PDAM tersebut ditandatangani oleh 21 warga RT 01, RW 10 Tidar Sari. Mereka menginginkan agar PDAM segera memberikan solusi atas persoalan suplai yang mampet lebih dari 30 hari itu. (wid)