Meski Hujan Tiba, Petani di Kawasan Borobudur Masih Kekurangan Air

POMPA AIR. Petani di Desa Karanganyar Borobudur gunakan air sumur untuk menyirami tanaman Cabai, dengan menggunakan pompa air.
POMPA AIR. Petani di Desa Karanganyar Borobudur gunakan air sumur untuk menyirami tanaman Cabai, dengan menggunakan pompa air.

MAGELANGEKSPRES.COM,BOROBUDUR – Kendati sudah memasuki musim hujan petani di kawasan Borobudur belum menanam Padi. Karena lahan pertanian kekurangan air, serta sebagian petani masih mengandalkan sumur sebagai alternatif sumber air pertanian.

Hal tersebut juga dikarenakan tidak semua desa di Kecamatan Borobudur mendapat akses air irigasi pertanian. Ditambah hujan belum turun merata di kawasan Borobudur.

“Sawah irigasi luasnya tidak banyak. Irigasi hanya beberapa desa saja, mulai Desa Kebonsari, Tegalarum, Kembanglimus, Borobudur dan Wanurejo,” ucap Camat Borobudur Nanda Cahya Pribadi, Rabu (11/12).

Menghadapi kendala kesulitan air tersebut, salah satu petani di Desa Karanganyar, Tumisah, mengairi lahan pertaniannya dengan mengambil air dari sumur dilahan pertaniannya. Selain itu lahan pertaniannya termasuk tadah hujan.

Baca Juga
Jawa Tengah Borong Juara Dalam Anugrah Indonesia Damai 2019

“Ada sumur di lahan pertanian kami gunakan untuk menyiram tanaman cabai. Meskipun persediaan  air di sumur juga terbatas,” ucap Tumisah.

Tumisah mengambil air sumur menggunakan mesin pompa air, yang langsung dialirkan ke tanaman Cabai dengan menggunakan selang. Sedangkan petani lainnya mengambil air dengan pompa di kali sekitar lahan pertanian.

“Bila air disumur habis, kami mengunggu dua jam agar sumur kembali penuh,” ungkap Tumisah.

Menurut Tumisah, meskipun tergolong lahan pertanian tadah hujan, hal tersebut tidak menjadi masalah, apabila hujan telah rutin turun. Terlebih petani setempat usai berakhir panen Tembakau, maka dilanjutkan dengan menanam Padi.

Baca Juga
PDAM Kota Magelang Klaim Atasi Suplai Tersendat di Tidar Sari

“Biasanya langsung tanam Padi, setelah panen Tembakau, jika hujan sudah rutin turun sawah saya bisa ditanami padi. Tapi karena hujan belum rutin turun maka ditanami tanaman yang tidak membutuhkan banyak air,” papar Tumisah.

Artikel Menarik Lainnya :  Tak Kapok, Residivis di Magelang Kembali Rampas HP dan Uang

Tumisah menambahkan, dipuncak musim hujan, pada bulan Januari-Februari sawahnya akan mendapat pasokan air dari Bukit Menoreh, yang dialirkan melalui saluran air ke lahan pertanian.

“Kalau hujan sudah rutin turun, air melimpah dari atas Bukit Menoreh,” tutur Tumisah.(cha).