Penegak Hukum di Temanggung Harus Serius Berantas Korupsi

Wakil Pimpinan DPRD Temanggung Tunggul Purnomo.
Wakil Pimpinan DPRD Temanggung Tunggul Purnomo.

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Aparat penegak hukum di Temanggung harus benar-benar serius dalam memberantas praktek korupsi di wilayah administrasinya, sehingga Temanggung bisa benar-benar bersih dari praktek korupsi. Hal itu dikemukakan oleh Wakil Pimpinan DPRD Temanggung Tunggul Purnomo, kemarin.

“Kuncinya ada di aparat penegak hukum, pemberantasan praktek korupsi harus ditangani dengan serius,” katanya.

Selain itu lanjut Tunggul, pemerintah daerah (pemda) dalam mengambil kebijakan tidak sampai melenceng dari aturan dan perundangan yang berlaku.

“Nah pemda juga mempunyai peran yang sangat penting, terutama dalam kebijakan-kebijakan,” ujarnya.

Baca Juga
Suplai Air Terkendala, PDAM Kota Megelang ‘Banjir’ Keluhan

Menurutnya, semangat yang sama di antara aparat penegak hukum dan jajaran pemerintahan dalan upaya pemberantasan tindak korupsi akan berbuah positif. Masyarakat akan semakin sejahtera jika tidak ada praktek korupsi di Temanggung.

Memang diakuinya, dari pengalaman daerah lainnya yang sudah tersandung kasus korupsi, di Kabupaten Temanggung cukup baik. Bahkan pihaknya dalam penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) selalu berpegang pada kaidah-kaidah dan peraturan yang berlaku.

“Kami tidak mau keluar dari aturan dan kaidah yang berlaku, ini salah satu upaya legislatif dalam menjauhkan praktek korupsi. Nah tinggal eksekutif yang melaksanakan APBD,” tukasnya.

Terkait dengan pelaksanaan dan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, Tunggul mengatakan, peringatan tersebut bukan hanya atau sekedar dilaksanakan saja. Namun yang penting masyarakat semangat dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Semua lapisan masyarakat punya peran sangat penting dalam pemberantasan korupsi, aparat keamanan, pemerintah daerah, legislatif, wartawan dan masyarakat harus ikut mengawasi,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Temanggung Fransiska Juwariyah mengatakan, ada sejumlah kasus korupsi yang saat ini sedang ditangani oleh tim dari Kejaksaan Negeri Temanggung.

Artikel Menarik Lainnya :  Napi di Lapas Cilegon Kendalikan 1,1 Ton Sabu

Baca juga
Porkab Pencak Silat, PSHT Juara Umum

Menurutnya, kasus korupsi di Temanggung yang paling menonjol yakni kasus korupsi di BKK Pringsurat Temanggung. Kasus ini telah merugikan uang negara hingga Rp114 miliar, dan sudah menyeret dua tersangka ke dalam jeruji penjara.

“Sudah ada dua tersangka yang menjalani hukuman karena kasus ini,” ungkapnya.

Selain itu katanya, saat ini pihaknya juga sudah menyerahkan satu berkas ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Semarang. Berkas tersebut atas nama tersangka Triyono.

“Awal pekan lalu sudah kami serahkan ke Tipikor, kemungkinan sidang akan dilaksanakan pada Kamis pekan ini,” katanya. (set)