Kejurkab Renang di Purworejo Jaring Atlet Junior Potensial

START. Atlet-atlet junior putri melakukan start dan meluncur ke air dalam Kejurkab Renang 2019 PRSI di Kolam Renang Artha Tirta Purworejo,
START. Atlet-atlet junior putri melakukan start dan meluncur ke air dalam Kejurkab Renang 2019 PRSI di Kolam Renang Artha Tirta Purworejo,

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO– Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Purworejo menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Renang 2019 di Kolam Renang Artha Tirta Purworejo, Selasa (10/12). Sukses menggaet antusias peserta, kompetisi ini menjadi sarana menjaring atlet-atlet junior potensial.

Secara resmi Kejurkab dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Purworejo, Sukmo Widhi Harwanto, bersama Plt Ketua KONI Kabupaten Purworejo, Gunarwan.

Ketua Panitia Kejurkab, Singgih, menyebut Kejurkab Renang 2019 diikuti 195 peserta dari kalangan usia TK/PAUD, SD, SMP, dan SMA sederajat se-Kabupaten Purworejo. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dalam catatan sejarah penyelenggaraan Kejurkab PRSI Purworejo.

Baca juga
231 Anak di Purworejo Diajak Jaga Keberlanjutan Seni Tradisi

“Kejurkab sudah digelar kesekian kali, tapi kali ini pesertanya luar biasa banyak. Biasanya di bawah atau hanya sekitar 100 peserta,” sebutnya.

Dijelaskan, Kejurkab menjadi sarana menjaring atlet-atlet pelajar potensial yang selanjutnya akan disiapkan untuk berlaga dalam kejuaraan daerah atau Popda. Dari 195 peserta, mereka bertanding di kelas sesuai usai masing-masing dan setiap kelas terbagi atas putra dan putri.

“Atlet-atlet junior kita sekarang sudah mulai bermunculan di Popda. Melalui Kejurkab ini kita ingin mempersiapkan yang terbaik,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PRSI Purworejo yang juga Camat Bruno, Netra Asmara Sakti, mengungkapkan bahwa untuk menarik minat atlet mengikuti Kejurkab, PRSI menggandeng sekolah-sekolah melalui Dindikpora. Menurutnya, selama ini pembinaan atlet renang di Purworejo mengalami banyak kendala karena makin bertambah usia makin berkurang atletnya.

Pihaknya berharap, minat sekolah untuk menggeliatkan cabang olahraga renang dapat terus meningkat.

“Pelatih yang berlisensi juga baru 15. Idealnya, satu orang pelatih mengampu 10 orang anak didik,” ungkapnya. (top)

Artikel Menarik Lainnya :  Dilematis, Imbas Kedelai Mahal, Produsen Tahu Terpaksa Naikkan Harga