Disdukcapil Targetkan 47 Ribu KIA Tahun 2019

KIA
KIA. Camat Garung Subiyantoro menyerahkan KIA secara simbolis kepada siswa siswi SDN1 Garung

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Wonosobo menargetkan 47 ribu Kartu Indentitas Anak (KIA) dimiliki anak setempat.  Jumlah kartu yang sudah tercetak dan terdistribusikan mencapai 24 ribu lebih.

“Kita targetkan 47 ribu dari usia anak nol sampai 5 tahun  kurang sehari baru, serta anak umur 5 tahun kurang satu hari hingga umur 17 tahun kurang sehari,” ungkap Sekdin Disdukcapil Wonosobo, Yusuf Hariyanto, kemarin di kantornya

Menurutnya, untuk anak umur nol sampai lima tahun kurang sehari tanpa foto. Sedangkan untuk KIA 5 tahun sampai 17 tahun kurang sehari, harus menggunakan foto. Untuk anak yang baru lahir melalui program tree in one akan mendapatkan tiga kartu sekaligus yaitu KIA, Akte dan KK sekaligus.

“ Yang bersangkutan siapkan foto sendiri. Layanan tidak sampai sehari, satu jam sudah selesai. Masyarakat yang ingin buat silahkan datang sendiri,” katanya.

Baca juga
Kantin Sekolah di Wonosobo Harus Sediakan Menu Sehat dan Bergizi

Dijelaskan, perhari pemohon KIA mencapai 10 sampai 20 orang, namun Disdukcapil juga menggelar kerjasama untuk penerbitan atau pencetakan KIA secara kolektif, melalui sekolah –sekolah atau pemerintah kecamatan.

“Kita kerjasama dengan sekolah, atau menerima permintaan pembuatan KIA secara kolektif  dari sekolah atau pemerintah kecamatan,” ujarnya.

Manfaatnya KIA sendiri bagi anak akan mengefektifkan proses pendaftaran anak saat masuk sekolah, atau pembuatan kartu-kartu jaminan sosial yang lain. Sebab, di dalam KIA sudah ada data yang cukup lengkap termasuk nomor KK .

“Jadi kalau mau masuk sekolah, melalui KIA itu saja sudah cukup, tidak perlu pakai akte atau KK. Ini mempercepat pelayanan, fungsi lainnya sama seperti KTP orang tua,” bebernya.

Artikel Menarik Lainnya :  Lonjakan Covid-19 di Wonosobo Capai 1600 Kasus

Sementara itu, Kepala SDN1  Garung, Paryono mengemukakan, sebanyak 360 pelajar sekolah dari kelas 1 sampai kelas 6 sudah menerima kartu identitas anak. Pihak sekolah mengajukan pembuatan kartu secara kolektif kepada pihak Disdukcapil.

“Permintaan kita untuk pembuatan KIA di respon oleh Disdukcapil, prosesnya tidak lama, dan kita menjadi SD pertama yang menerima KIA,” katanya.

Pihaknya berharap, KIA bisa dimanfaatkan oleh orang tua dan juga anak. Sebab, dalam KIA itu terdapat data siswa yang memudahkan proses siswa saat melanjutkan nanti ke jenjang yang lebih tinggi.

Baca Juga
Di Kabupaten Magelang Baru 46% Anak yang Memiliki KIA

“Jadi ini  akan bermanfaat bagi orang tua dan siswa saat akan melanjutkan sekolah yang lebih tinggi. Sebab, data di dalamnya sudah cukup lengkap,” ucapnya.

Sedangkan Camat Garung, Subiyantoro  beharap KIA  bisa dimanfaatkan dengan baik. Dengan  identitas tersebut memudahkan  proses identifkasi terhadap anak. Kedepan program pembuatan KIA akan didorong ke sekolah-sekolah dasar atau menengah di Kecamatan Garung.

“Saya kira dengan adanaya KIA ini akan memudahkan indetifikasi anak, utamanya saat akan dipakai untuk mendaftar sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Pihaknya mengaku akan mendorong pembuatan KIA ini kepada pihak -pihak sekolah baik itu mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP, sehingga seluruh anak di Kecamatan Garung menerima KIA. (gus)