BPBD Kendal Ajak Warga Waspadai Angin Kencang

BENCANA ALAM : Peristiwa bencana angin puting beliung menerjang permukiman warga di dua desa Kecamatan Boja hingga menyebabkan sebanyak 43 rumah warga rusak
BENCANA ALAM : Peristiwa bencana angin puting beliung menerjang permukiman warga di dua desa Kecamatan Boja hingga menyebabkan sebanyak 43 rumah warga rusak

MAGELANGEKSPRES.COM,KENDAL – Pasca kejadian angin puting beliung yang menerjang puluhan rumah warga di dua desa yakni Desa Trisobo dan Meteseh Kecamatan Boja, Sabtu (7/12) beberapa hari lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap masa pancaroba saat ini.

Hal itu ditegaskan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kendal, Sigit Sulistyo. Dia mengimbau warga agar waspada angin kencang yang terjadi di Kabupaten Kendal dalam beberapa hari terakhir ini. “Masa peralihan atau pancaroba saat ini, kerap terjadi hujan lebat disertai angin kencang,” kata dia, Selasa (10/12).

Diungkapkan, dampak dari pancaroba itu hujan deras disertai angin kencang sudah terjadi dalam sepekan terakhir. Musibah pertama terjadi pada Rabu (4/12) di Desa Cening, Kecamatan Singorojo Kendal. “Di sana ada tujuh rumah mengalami kerusakan ringan. Genting rumah tersapu angin dan parabola warga rusak,” ungkapnya.

Tiga hari berselang, menyusul kejadian yang sama yakni pada Sabtu (7/12) kembali terjadi peristiwa angin kencang. Mengakibatkan 43 rumah warga di dua desa yakni Desa Meteseh dan Trisobo di Kecamatan Boja mengalami kerusakan. Bahkan angin kencang juga merobohkan tiga kandang peternakan ayam di Dusun Segrumung, Desa Meteseh.

“Bencana memang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi. Tapi setidaknya, warga bisa mengantisipasi dampak bencana itu. Misalnya memangkas pohon yang sekiranya bisa membahayakan. Sehingga, jika terjadi angin kencang, pohon tidak sampai roboh,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kendal, Slamet menambahkan peristiwa angin kencang saat ini memang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Patean, Plantungan, Pageruyung, Sukorejo, Singorojo, Limbangan, Boja, Kaliwungu Selatan serta Rowosari.

Dalam penanggulangan bencana, kata dia, harus dilaksanakan secara sistematis, terpadu, dan ada koordinasi antar elemen. Pemkab telah berupaya melakukan pencegahan dalam menghadapi musim hujan, seperti normalisasi sungai oleh DPUPR. Bahkan, camat juga diminta mengingatkan melalui lurah/kades kepada warganya agar waspada bencana alam.

Artikel Menarik Lainnya :  Ratusan Anggota Senkom Mitra Polri Diberi Pelatihan Tracer

“Hingga akhir November lalu, perkiraan dari BMKG intensitas hujan terus meningkat. Terlebih mendekati akhir tahun, seperti saat ini hujan disertai angin kencang, meski belum merata di seluruh Kendal,” tandasnya. (via/sgt)