2 Bandar Narkoba Ditembak Mati

2 Bandar Narkoba Ditembak Mati
2 Bandar Narkoba Ditembak Mati

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Aparat kepolisian kembali memberikan tindakan tegas terhadap pengedar atau bandar narkotika. Sehari dua pengedar tewas ditembak polisi.

Seorang bandar berinisial BH alias Syam terpaksa dilumpuhkan karena berusaha menembak petugas dengan senjata api rakitan. BH tewas dalam perjalanan menuju RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (10/12).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan tindakan tegas dilakukan karena anggota Unit III Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya nyaris menjadi sasaran tembak pengedar narkoba saat penangkapan di Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (9/12).

“Tersangka berinisial BH alias Syam berpura-pura menunjukkan lokasi persembunyian barang bukti sabu-sabu dalam kantong kresek hitam yang ternyata isinya senjata api rakitan,” katanya saat memimpin gelar perkara di depan ruang instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (10/12).

Dijelaskan Yusri peristiwa berawal saat polisi menangkap BH di rumah kontrak Jalan ZZ, Nomor 27 Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Saat itu polisi meminta BH menunjukkan lokasi disembunyikannya barang bukti sabu-sabu seberat 1,5 kilogram di kontrakannya.

“Hasil pengembangan, diketahui bahwa tersangka masih menyimpan barang bukti sabu-sabu yang disimpan di dalam plastik kresek hitam di kebun kosong di wilayah Jakarta Timur,” katanya.

Pada saat mengambil senjata api rakitan model FN yang disembunyikan bersama dengan narkotika sabu tersebut, polisi sudah membaca gelagat tersangka.

BH sempat mengarahkan pistolnya ke arah anggota. “BH tidak sempat memantik pistolnya. Terhadap tersangka dilakukan tindakan tegas terukur (tembak mati) saat dia berusaha lari,” katanya.

Polisi di tempat kejadian perkara (TKP) juga sempat memberikan pertolongan dengan membawa BH ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, namun dalam perjalanan tersangka meninggal.

Artikel Menarik Lainnya :  Kapolri Akan Tegur Kapolda dan Kapolres yang Belum Tindak Premanisme

Tindakan tegas lainnya dilakukan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung. Enam pelaku dihadiahi timah panas. Lima pincang dan seorang meninggal dunia.

Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Ery Nursatari mengatakan para pelaku merupakan penyelundup sabu jaringan Aceh-Lampung. Mereka adalah Hatami alias Tami alias Iyong, Supriyadi alias Udin, Suhendra alias Midun, Jefri Susandi, dan Muntasir yang dihadiahi timah panas di kaki. Sementara seorang lagi, yaitu Irfan Usman diberi tindakan tegas karena mengacam keselamatan petugas.

Ery menjelaskan pengungkapan berawal atas laporan masyarakat tentang akan adanya transaksi serah terima narkoba dari Aceh ke Bandar Lampung.

“Lalu tim intel kita melakukan penyidikan secara IT dan human hingga menemukan rumah dan profil target kurir penerima yang bernama Suhendra alias Midun,” ungkapnya kepada awak media, Selasa (10/12).

Dalam kasus ini BNNP Lampung membagi 2 tim yakni tim 1 dan tim 2. Tim 1 membuntuti dari daerah Teluk Betung, Kota Bandar Lampung, sedangkan tim 2 menunggu di sekitar Rumah Sakit Advent, Kota Bandar Lampung.

“Ketika itu, kurir justru tiba di lokasi parkir RS Abdul Moeloek, Kota Bandar Lampung, kemudian kurir meninggalkan kendaraan jenis Toyota Fortuner warna putih bernomor polisi B 1753 WRL beserta dengan kuncinya berikut barang bukti narkoba,” paparnya.

Tim 2 mengamankan dua pelaku yang bertugas sebagai kurir antar dan kurir jemput. Ketika itu kedua pelaku berusaha melarikan diri lalu petugas memberikan tembakan pada kakinya.

“Setelah dilakukan penggeledahan di mobil jenis Toyota Fortuner, ditemukan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 40 bungkus berbentuk teh cina berwarna hijau,” katanya.

Berdasarkan hasil pengembangan, petugas juga menangkap pengendali yang tengah mendekam di Rutan Way Huwi, Bandar Lampung sebanyak 3 orang yakni Jefri, Hatami, dan Supriyadi. Dari tangan ketiganya juga diamankan barang bukti berupa handphone 3 unit.

Artikel Menarik Lainnya :  Tinjau Vaksinasi Massal di Bandung, Panglima TNI dan Kapolri Minta Warga Tetap Disiplin Prokes

“Ketika akan dibawa ke Kantor BNNP Lampung, ketiga tahanan ini berusaha melarikan diri sehingga petugas memberikan tindakan tegas kepada ketiganya di bagian kaki,” jelas dia.

Namun dalam TKP lain, petugas juga melakukan penangkapan kepada pelaku Irfan. Ketika dibawa dalam mobil, pelaku mencoba melawan dan melarikan diri sehingga petugas memberikan tindakan tegas.

“Pelaku ini meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit lantaran kehabisan darah,” ujar Brigjen Pol Ery.

Dari hasil pengembangan dari pelaku Jefri, bahwa narkoba jenis sabu tersebut berasal dari Aceh yang diperoleh dari Muntasir yang kini masih buron.(gw/fin)