Nyaris Rusuh, Massa di Wonosobo Lempar Salak ke Arah Mobil Tahanan

Nyaris Rusuh
AKSI. Ratusan massa asal Kepirang Dempel Kalibawang kembali gelar aksi di halaman gedung Pengadilan Negeri Wonosobo.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Ratusan massa asal Kepirang, Dempel, Kalibawang kembali gelar aksi di halaman gedung Pengadilan Negeri Wonosobo. Aksi itu digelar bersamaan sidang pembacaan tuntutan kasus pengeroyokan M Fadlun alias Tukul (40) kemarin.

Suasana di depan halaman Pengadilan Negeri (PN) Wonosobo memanas. Massa yang terprovokasi sempat melakukan pelemparan terhadap mobil tahanan dengan botol air mineral dan buah salak. Polisi yang berjaga sempat menghalau massa dan berupaya menghentikan tindakan mereka.

Massa membawa berbagai spanduk dengan berbagai tulisan. Seperti, jangan kasih ampun untuk pembunuh, pak hakim harga dirimu adalah keadilan dan kejujuran, serta berbagai tulisan lainnya. Sidang lanjutan yang melibatkan tujuh terdakwa dijaga ketat oleh pihak kepolisian.

Baca juga
Kaderisasi Parpol di Purworejo Dinilai Mandek

Kepala Desa Dempel, Hartanto mengemukakan, kedatangan warganya untuk mengawal sidang kasus pengeroyokan terhadap korban atas nama M Fadlun alias Tukul, warga Desa Dempel. Warga berharap, agar tujuh terdakwa agar dihukum setimpal dengan perbuatannya.

“Jadi kadatangan warga, mengawal sidang agar nantinya keputusan sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya .

Menurutnya, warga memang sudah bertekat untuk  terus mengawal setiap agenda sidang kasus pengeroyokan tersebut di PN Wonosobo. Termasuk saat sidang putusan yang dijadwalkan pada Kamis depan.

“Kalau untuk agenda pledoi dan tanggapan, mungkin hanya keluarga yang akan mengawal. Tetapi untuk putusan kami belum bisa menyampaikan apakah nanti dengan warga lain seperti ini atau tidak,” katanya.

Sementara itu, terdakwa Tekat dituntut 11 tahun penjara atas kasus pengeroyokan yang menyebabkan warga Desa Dempel, Kecamatan Kalibawang Tewas. Sedangkan 6 terdakwa lainnya  dituntut lebih ringan, yakni 10 tahun penjara.

Dalam kasus pengeroyokan yang mengakibatkan Fadlun alias Tukul meninggal, ada 7 pelaku yang ditangkap Polres Wonosobo.  Semuanya warga Desa Kauman Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo.

Artikel Menarik Lainnya :  Harus Tau! Daftar Sembako yang Bakal Kena Pajak

“Terdakwa Tekat dituntut 11 tahun penjara. Sedangkan 6 temannya dituntut 10 tahun penjara,” terang Humas Pengadilan Negeri (PN) Wonosobo Dwi Suryanta usai sidang pembacaan tuntutan.

Baca Juga
Tahun 2020 di Wonosobo, 327 CPNS Datang, 362 PNS Bersiap Pensiun

Perbedaan lama tuntutan tersebut karena terdakwa Tekat dianggap paling berperan saat melakukan pengeroyokan, memukul korban menggunakan kayu. Sedangkan untuk jadwal sidang selanjutnya, Selasa (10/12) dengan agenda pledoi. Sedangkan hari Rabu (11/12) adalah tanggapan atas pledoi tersebut. Disusul hari Kamis (12/12) untuk putusan sidang.

“Untuk putusan sidang dijadwalkan hari Kamis (12/12) besok. Kasus ini sengaja didahulukan karena nanti kalau diperpanjang isu ini semakin meluas. Jadi untuk mengantisipasi itu jadi dipercepat,” pungkasnya. (gus)