Kaderisasi Parpol di Purworejo Dinilai Mandek

Kaderisasi Parpol Dinilai Mandek
DIALOG. Salah satu peserta dialog saat menyampaikan gagasannya terkait politik lokal di Purworejo.

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Proses kaderisasi partai politik di Kabupaten Purworejo dinilai belum berjalan dengan baik bahkan cenderung mandek. Jika hal ini tidak dianggap sebagai sebuah persoalan serius, maka kualitas partai politik di Purworejo tidak akan mampu menjawab tantangan zaman.

Hal tersebut terungkap dalam dialog publik penguatan kapasitas politik bagi pemuda yang mengambil tajuk ‘Politik Lokal di Mata Millenial’ yang digelar oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Purworejo, Minggu (9/12) malam di sekretariat DPD KNPI.

Kegiatan dialog publik tersebut dihadiri oleh puluhan aktivis pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan yang ada di Purworejo, sayap ormas dan okp partai serta belasan wartawan anggota anggota PWI Purworejo.

“Sebagai kaum muda, kami melihat selama ini partai politik belum ada yang secara serius melakukan kaderisasi. Rekrutmen kader yang dilakukan oleh partai politik cenderung berdasar atas kedekatan hubungan baik yang bersifat kekerabatan, persekawanan maupun kepentingan,” kata Bayu dari PMII Purworejo.

Baca Juga
Tahun 2020 di Wonosobo, 327 CPNS Datang, 362 PNS Bersiap Pensiun

Mestinya, sambung Bayu, masing-masing partai politik memiliki standarisasi atau rumusan yang jelas agar sistem kaderisasi di internal partai berjalan dengan baik. Jika tidak ada pakem yang disusun sebagai acuan kegiatan kaderisasi, ia yakin yang terjadi kehancuran partai politik itu sendiri.

“Saya merasakan partai politik belum permisif terhadap anak-anak muda agar mereka dapat mengaktualisasi dirinya di partai politik. Kran itu nampaknya sengaja ditutup karena mungkin bagi politisi tua, anak-anak muda merupakan ancaman bagi eksistensi mereka,” katanya.

Puguh selaku perwakilan Garda Nasdem mengamini statement Bayu. Ia mengakui jika partai politik belum serius melakukan kaderisasi. Meski demikian, kondisi ini tidak bisa serta merta menjadikan partai sebagai kambing hitamnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Serem...Ternyata Jawa Gudangnya Preman dan Pungli, 8 Ribu Orang Diamankan

“Di sisi lain, ada pergeseran zaman yang membuat generasi muda apatis terhadap politik. Terlebih generasi millenial yang hari ini sibuk dengan gadget, game online. Mereka dimanjakan sedemikian rupa oleh zaman, sehingga kegiatan-kegiatan sosial, politik bahkan kebudayaan menjadi sesuatu yang tidak lagi menarik,” katanya.

Baca Juga
Porkab Pencak Silat, PSHT Juara Umum

Menurutnya, yang harus dilakukan adalah bagaimana partai politik mampu beradaptasi dengan zaman dan melakukan pendekatan melalui program-program yang menarik perhatian bagi kaum millenial. “Kalo ibarat orang pacaran sih yang penting pendekatannya dulu, buat dia nyaman, maka pelan-pelan benih cinta itu akan tumbuh,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Purworejo Muhammad Musyafa mengatakan bahwa dialog ini digelar sebagai upaya KNPI untuk meningkatkan kapasitas pendidikan politik khususnya bagi generasi muda di Purworejo. “Karena disukai atau tidak, kehidupan sehari-hari serta kehidupan berbangsa dan bernegara kita tidak akan pernah lepas dari politik,” tandasnya. (luk)