Belum Resmi Dibuka, Warga Nekat Melintas di Purbalingga

DIBATASI: Drum bekas di sisi ujung jembatan ditata. Kendaraan roda empat dilarang melintas, hanya sepeda motor.
DIBATASI: Drum bekas di sisi ujung jembatan ditata. Kendaraan roda empat dilarang melintas, hanya sepeda motor.

MAGELANGEKSPRES.COM,PURBALINGGA – Pembangunan fisik jembatan Tegalpingen (Pengadegan) – Pepedan (Karangmoncol) atau biasa disebut Jembatan Merah, tahun ini sudah rampung. Meski belum diresmikan dan bisa dioperasionalkan, warga dan pengguna jalan lainnya nekat melintas. Pasalnya selain tidak ada larangan, hanya dipasang drum bekas dan sepeda motor bisa leluasa melewatinya.
Sudiyo, salah satu warga Desa Pepedan mengaku, warga sebenarnya ingin segera melihat jembatan benar- benar resmi boleh dilalui. Yaitu peresmian dan katanya sedang menunggu sertifikat uji lain dari Komisi Keamanan jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PU PR Jakarta.
“Kami melintas karena jembatan sudah tersambung. Namun hanya motor. Wargapun tidak berani mengizinkan mobil atau kendaraan roda empat melintas. Namun alangkah baiknya jika sudah benar- benar bisa dibuka untuk umum,” ungkapnya.
Yoga, pengguna jalan yang sedang melintas mengaku jika saat dilalui tidak terasa ada gerakan goyang. Namun sebenarnya lebih mantap lagi jika sudah disertifikasi dan resmi dibuka. Selain untuk dilalui sebagai lintasan untuk memangkas ke dua wilayah Kecamatan, jembatan juga sebagai tempat wisata baru.
“Pemandangannya masih bagus, apalagi hanya ada satu, bahkan mungkin di Jawa Tengah, jembatan lengkung seperti ini. Jadi terasa di luar negeri,” ujar wiraswasta ini.
Dirinya juga tidak sepakat jika sebelum dibuka resmi, ada kendaraan besar atau roda empat melintas. Jelas akan dilarang, karena akan berbahaya dan belum ada standarnya.
Kepala DPU PR Purbalingga, Ir Sigit Subroto MT mengaku, beberapa hari sebelumnya tim dari KKJTJ, turun ke lokasi. Namun kepastian rekomendasi atau masukan belum langsung diberikan. Karenanya, pada Senin (9/12) kemarin, dirinya menyusul ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan KKJTJ.
“Kami ingin segera menindaklanjuti jika ada masukan atau pembenahan sebelum jembatan diresmikan dan dibuka untuk umum. Belum ada jawaban, namun prinsipnya kami coba diresmikan tahun ini. Kalaupun belum bisa, kami upayakan di awal tahun 2020 mendatang,” katanya, Senin (9/12) melalui ponselnya.
Pantauan Radarmas, beberapa pengunjung jembatan yang hanya sekedar lewat atau numpang swafoto. Sesekali kendaraan diparkir di atas jembatan. Biasanya bagian atas jembatan akan ramai pengunjung jika minggu atau hari libur. (amr)