Showroom Batik “nDalem TrajuMas” Diluncurkan Tampung Para Perajin, Jadi Pusat Oleh-oleh Purworejo

    ANGGUN. Sejumlah peragawati tampil anggun mengenakan busana batik Purworejo saat peluncuran nDalem TrajuMas,
    ANGGUN. Sejumlah peragawati tampil anggun mengenakan busana batik Purworejo saat peluncuran nDalem TrajuMas,

    Kabupaten Purworejo memiliki beragam motif batik unik dan sejarah industrinya yang menarik. Namun, saat ini banyak masyarakat Purworejo tidak mengenalnya. Fenomona itu disikapi oleh sebuah keluarga besar Ibnu Sukarso perintis lembaga pendidikan Traju Mas Purworejo dengan membuka showroom batik Purworejo bernama “nDalem TrajuMas”. Unit usaha yang berada di Jalan Arahiwang 5 Kenteng Kecamatan Banyuurip ini sekaligus akan menjadi pusat oleh-oleh khas Purworejo.

    Belasan pasang peragawati dan peragawan tampil anggun mengenakan gaun batik berbagai motif saat Peluncuran Ndalem TrajuMas, Sabtu (12/7). Mereka bukan hanya dari kalangan professional, melainkan juga  dari kalangan siswa TK/PAUD Traju Mas, DWP, para perajin dan pecinta batik, serta pengurus PKK  sejumlah desa  hingga kabupaten.  Sejumlah istri pejabat yang tergabung dalam paguyuban Ridati juga turut berlengggak-leggok di atas catwalk.

    Selain peragaan busana batik, peluncuran berlangsung meriah ditandai dengan demo produksi batik ciprat, pameran batik dan oleh-oleh khas Purworejo. Tampak hadir Wakil Bupati Purworejo diwakili Kabag Perekonomian Setda Titik Mintarsih, Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Muchlis Gasim, Kepala Dindikpora, istri-istri pejabat, istri camat se-Kabupaten Purworejo, Pelaku UMKM Purworejo dan pegiat batik Purworejo.

    “Tempat usaha ini merupakan perwujudan amanah orang tua, yaitu ibu yang meninggal pada 30 April 2019 lalu. Dulu rumah itu selalu ramai, dan sekarang menjadi lengang karena putra-putrinya menetap di luar kota. Wasiat dari ibu, agar rumah jangan sampai kosong, tetapi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum,” kata Yayuk, putri sulung Ibnu Sukarso dalam sambutannya.

    Rumah kosong milik orang tuanya itu lalu diputuskan untuk dimanfaatkan sebagai pusat oleh-oleh dan batik UMKM dari kecamatan se-Purworejo. Dalam peluncuran ini diangkat tema “Keelokan Batik Lokal Purworejo di kancah nasional”.

    Sebelumnya, ibunya sudah merintis PAUD, TK dan Penitipan Anak, yang sekarang sudah berkembang pesat.

    “PAUD dan TK Traju Mas memperoleh predikat A plus, bahkan pernah juara 2 tingkat Nasional,” paparnya.

    Direktur Utama nDalem Traju Mas, Setiawan Sumoharjo yang juga menantu ke-5 Ibnu Sukarso, menyebut masih cukup banyak batik di Purworejo. Sayang, lokasinya berjauhan, seperti berada di Loano, Grabag, Bagelen dan sebagainya.

    “Pengusaha batik lokal awalnya bekerja sendiri. Tiap bulan hanya bisa memasarkan 3 sampai 4 kain batik saja. Namun setelah kami bantu, berhasil terjual lebih dari 30 batik,” kata Wawan, sapaan akrabnya.

    “Kami ingin Purworejo semakin dilirik potensi batiknya. Wilayah Purworejo berada di posisi segi tiga, yaitu Magelang, DIY dan Kebumen,” imbuh cucu Jendral Urip Sumoharjo ini.

    Putri ke-2 Ibnu Sukarso, Dwi Retnani Hesti Marhaeni, turut menambahkan, kain perca yang dihasilkan pengrajin juga dihargai.

    “Untuk perca yang berukuran diatas 20 cm, akan dibuat dompet, dan yang dibawah 20 cm akan disambungkan menjadi kain yang lebar, dan bisa digunakan untuk sajadah, selimut maupun sprei,” ujarnya.

    Menurut Hesti, pihaknya juga akan melibatkan para pembatik senior di Purworejo agar kedepan lebih profesional. Misalnya, dalam hal penentuan harga.

    “Kami juga mengajak penjahit langganan untuk kerja sama. Dan kami mungkin bisa membuat event besar, bekerjasama dengan dinas terkait,” jelasnya.

    Kepala Bagian Perekonomian Setda, Titik Mintarsih, mewakili Wakil Bupati Yuli Hastuti mengapresiasi terobosan yang dilakukan keluarga besar Ibnu Sukarso. Mereka punya kreativitas untuk mengangkat produk-produk Kabupaten Purworejo, untuk dipamerkan dan akhirnya dibawa di tingkat nasional dan internasional.

    Titik juga mengaku gembira karena akhirnya Purworejo memiliki showroom yang dinanti-nantikan. “Dulu kalau ada tamu, binggung. Tetapi sekarang Purworejo memiliki showroom batik,” ungkapnya. (*)