Bawaslu Wonosobo Launching Album Kolaborasi, Ajak Masyarakat Tolak Money Politik

Gelar Budaya Bawaslu Launching Album Kolaborasi
DEKLARASI. Komunitas, KPU, lintas sektor, bersama Bawaslu Wonosobo mendeklarasikan Awasi Pilkada 2020 di momen peluncuran album musik dan buku pengawasan pemilu.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Sebuah even bertajuk Galar Budaya dihelat Bawaslu Wonosobo di Gerbang Mandala Wisata, Terminal Mendolo, Minggu (8/12). Agenda itu dibuka dengan Flashmob Tolak Politik Uang, penampilan peserta Festival Kuda Lumping, yang dilanjutkan dengan agenda utama Launching Album Musik, serta Launching Buku Pengawasan Pemilu 2019.

Kesempatan itu ada juga Pameran Karikatur Pengawasan Pemilu dan Deklarasi Awasi Pilkada 2020 bersama multi stakeholders dan forkompimda.

“Ini rangkaian dari gelar budaya sebelumnya di bulan Maret lalu. Awalnya kita hanya punya satu single lagu dan kini kita luncurkan album kolaboirasi dengan lima komunitas lain dengan genre lain-lain seperti rap hiphop, reggae, ahbaburrasul yang mengarrange versi shalawat, serta juga komunitas Welkom dengan versi dangdut. Ini jadi bagian dari iklan layanan masyarakat dengan lagu dan multi genre sesuai segmen yang ada,” ungkap Ketua Bawaslu Wonosobo, Sumali Ibnu Chamid.

Baca juga
Diduga Sakit, Pendaki Asal Jakarta Meninggal di Gunung Prau

Arah dari hal itu adalah bagaimana menjadikan money politic menjadi musuh bersama untuk pemilu. Lagu juga menjadi media untuk bangun kesadaran bersama lewat karya seni yang mungkin lebih mudah dipahami generasi muda. Untuk album anti politik uang baru diinovasikan oleh Wonosobo dan diapresiasi oleh Bawaslu RI mengingat hal itu out of the box karena juga libatkan komunitas seni musik.

“Ada 12 kelompok sajikan tarian kudalumping tolak politik uang. Dari komuntas musik ini tergabung di sebuah album dan diproduksi Bawaslu Wonosobo, pencipta lagunya semua dari Wonosobo. Ini adalah langkah Bawaslu untuk bangun kesadaran bersama untuk persiapkan pilkada 2020. Hari ini tahapannya luncurkan album selain buku pengawasan pemilu 2019 sebagai bentuk transparansi ke masyarakat,” imbuhnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Truk Beras Rem Blong di Kertek, 3 Orang Meninggal, 1 Luka Berat

Baca Juga
Porkab Pencak Silat, PSHT Juara Umum

Adanya inisiasi tradisi literasi dan laporan kinerja dari Bawaslu Kabupaten Wonosobo diapresiasi pemkab yang diwakili Asisten Pemerintahan M Aziz Wijaya. Dinyatakan Aziz, Bawaslu juga sudah mendeklarasikan desa anti moneypolitik untuk bangun sistem pendidikan politik.

“Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyambut baik kegiatan ini jadi momen strategis beri pemahaman bagi masyarakat dan seluruh pelaksananya termasuk parpol. Untuk pemilu jurdil damai. Mengingat money politik embrio dari kasus korupsi. Jangan sampai masyarakat terganggu dengan praktik kampanye yang tidak santun dan harus patuhi aturan pemerintah,” kata Aziz membacakan sambutan bupati. (win)