Saham Garuda Melorot 2,42 Persen, Terlibat Kasus Penyeludupan Harley Davidson

Saham Garuda Melorot 2,42 Persen, Terlibat Kasus Penyeludupan Harley Davidson
Saham Garuda Melorot 2,42 Persen, Terlibat Kasus Penyeludupan Harley Davidson

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Saham PT garuda Indonesia Tbk (GIIA) mengalami pelemahan saat penutupan pada Jumat (6/12), dari menguat di awal perdagangan. Merosotnya saham ini terkait kasus penyeludupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton yang diduga dilakukan Direktur Utama Garuda, I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara.

Adapun harga saham GIIAA terkoreksi cukup dalam 2,42 persen. Total transaksi saham perusahaan mencapai Rp24,42 miliar dengan volume perdagangan di level 49,87 juta unit transaksi. Sementara volume perdagangan hari ini menukik tajam di angka 19.17 juta unit transaksi.

Terkait kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan Sepeda Brompton, Menteri BUMN Erick Thohir telah memberhentikan Ari Askhara dari jabatannya sebagai Dirut Garuda Indonesia.

Ari Askhara diduga menyelundupkan motor Harley Davidson melalui pesawat baru Airbus A330-900 NEO milik Garuda Indonesia pada 17 November 2019.

“Dengan itu, saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan saudara Dirut Garuda,” kata Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

Sikap tegas yang diambil Erick Thohir adalah agar integritas dan good corporate governance tetap terjaga dan ditingkatkan, selain itu untuk citra dan kinerja BUMN yang lebih baik.

“Hal yang sangat penting di BUMN dan sudah menjadi kesepakatan dengan Ibu Menkeu (Sri Mulyani) bagaimana faktor integritas dan good corporate governance harus kita tingkatkan dan laksanakan sebaiknya,” tegas Erick.

Erick Thohir menyayangkan Ari Askhara tak langsung mundur setelah dirinya memberi ultimatum. Sebab pencopoton lebih terhormat daripada pemecatan.

“?Saya sudah mengharapkan individu yang terlibat lebih baik mengundurkan diri, daripada dicopot tidak hormat. Karena ada konsekuensi sosial, itu hukum yang saya rasa tidak enak juga,” tuturnya.

Dalam kasus ini, Ari Askhara dapat diproses secara hukum karena melakukan penyeludupan.

“Persoalan ini sudah berkaitan dengan ranah sanksi adminstrasi maupun ranah hykum karena dikategorikan penyelundupan. Saya kira itu diprises hukum,” ujar Anggota Komisi V, Syarif Abdullah Alkadrie.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda mendukung sikap tegas yang diambil Erick Thohir atas pemberhentian Ari Askhara.

“Kasus penyelundupan motor gede ini hanya pemantik ari kasus-kasus sebelumnya terutama kasus pemalsuan laporan keuangan. Jadi tidak dicopot bisa merah terus saham Garuda. Jadi sudah benar Pak Erick mencopot dirut Garuda Indonesia,” ujar Huda kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (6/12).

Direktur Riset Centre of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah menilai dengan pencopota Ari Askhara akan berpotensi kinerja Garuda Indonesia menjadi lebih baik.

“Harga saham ada saatnya turun, ada saatnya naik. Justru pergantian direksi membuka peluang kinerja Garuda membaik dan berdampak naiknya harga saham,” kata Piter kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (6/12).

Ari Askhara sebelumnya sempat tersandung kasus memoles laporan keuangan Garuda 2018 menjadi menggelembung atas kerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi (MAT) bernilai USD239,94 juta atau setara Rp3,41 triliun.

Kasus penggelembungan laporan keuangan Garuda ini sebelumnya sempat membuat heboh publik.(din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here