Kebumen Rawan Banjir dan Longsor

PERLENGKAPAN : Pegawai BPBD Kebumen saat menunjukkan perlengkapan bencana milik BPBD Kebumen
PERLENGKAPAN : Pegawai BPBD Kebumen saat menunjukkan perlengkapan bencana milik BPBD Kebumen

MAGELANGEKSPRES.COM,KEBUMEN – Masyarakat kabupaten berselogan Beriman ini diminta untuk waspada terhadap bencana. Ini mengingat kini pada minggu pertama Desember telah mulai turun hujan.

Kendati intensitas belum tinggi, namun masyarakat mewaspadai bencana tetap mesti dilakukan. Beberapa kemungkinan diantaranya bencana tanah longsor, banjir maupun angin puting beliung yang rawan di Kebumen.

Bencana terkadang terjadi tanpa bisa diprediksi sebelumnya. Beberapa bencana kerap menimbulkan kerugian materi. Bukan itu saja, bencana juga dapat meninggalkan duka mendalam saat menimbulkan korban jiwa. Kesiapan menghadapi bencana menjadi hal penting untuk meminimalisasi korban dan kerugian.

Dari data BPBD Kebumen, selama kurun waktu tahun 2019 kerugian akibat bencana longsor dan banjir telah mencapai Rp6 miliar. Untuk banjir pada awal tahun kemarin melanda 53 desa di 12 kecamatan dengan kerugian Rp4,6 miliar. Sedangkan tanah longsor, terjadi di 53 desa di wilayah 14 kecamatan dengan kerugian Rp1,4 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Eko Widianto menyampaikan wilayah Kebumen tergolong rawan bencana longsor dan banjir. Tidak sedikit desa yang memiliki kerawanan akan kedua bencana alam tersebut. pihaknya meminta masyarakat untuk selalu mewaspadai akan segala bentuk ancaman bencana yang mungkin saja timbul.

“Pemkab sudah memberikan surat kepada Kecamatan maupun desa untuk membentuk posko bencana,” katanya, Kamis (5/12).

Dijelaskannya, Posko bencana berfungsi sebagai sarana menyampaikan informasi. Ini bilamana terjadi bencana di wilayah setempat. Lebih lanjut, mereka juga bertugas untuk menangani bencana dan memberikan pertolongan pertama semampunya. Ditingkat kecamatan, posko dapat diisi dari Pegawai Kecamatan, Koramil maupun Polsek.

“Posko desa bisa diisi oleh Perangkat Desa dan masyarakat. Tetapi yang tidak kalah penting adalah pencegahan seperti membersihkan saluran air untuk antisipasi banjir,” jelasnya.

Sementara Kabid Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Kebumen Salam mengungkapkan pihaknya sudah melakukan beberapa upaya termasuk menggerakkan masyarakat membersihkan saluran air. Di sisi pencegahan, BPBD Kebumen telah menyalurkan ribuan bantuan bibit baik kayu maupun buah untuk ditanam masyarakat.

“Kami juga sudah mempersiapkan peralatan kebencanaan di BPBD Kebumen,” ucapnya. (mam).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here