Dirut Garuda Dipecat, Jokowi : Jangan Ada Pejabat yang Mengulangi

garuda
Dirut Garuda Dipecat

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Penyelundupan onderdil motor Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pesawat baru jenis Airbus A330-900 seri Neo milik Garuda Indonesia, menarik perhatian publik. Terlebih, kasus itu melibatkan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara. Presiden Joko Widodo kecewa ada pejabat BUMN yang melakukan tindakan seperti itu.

Kepala Negara setuju dengan keputusan Menteri BUMN Erick Thohir yang langsung memberhentikan Air Akshara dari jabatannya. “Sudah diputuskan oleh Menteri BUMN. Itu sudah tegas sekali. Saya kira pesannya jelas dan tegas. Jangan ada pejabat yang mengulangi seperti itu lagi,” tegas Jokowi usai meresmikan Tol JORR 2 Kunciran-Serpong di Gerbang Tol Parigi, Tangerang Selatan, Jumat (6/12).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengapresiasi sikap tegas Erick Thohir. Jokowi meminta tidak ada lagi pejabat yang main-main dan melakukan penyalahgunaan wewenang serta pelanggaran hukum. “Ini pesan untuk semuanya, jangan main main,” imbuh Jokowi.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan masih menunggu keputusan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terkait penyelidikan terhadap sepeda motor Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton yang diselundupkan melalui pesawat baru Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo.

Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata menjelaskan pihaknya bisa melelang barang sitaan tersebut jika sudah ada keputusan dari DJBC. Lelang juga bisa dilakukan jika onderdil motor seharga ratusan juta rupiah tersebut dan sepeda Brompton dinyatakan sah secara hukum bisa diperjualbelikan di Indonesia. “Itu sitaan Bea Cukai. Akan ada ketetapan dari Bea Cukai seperti apa. Kalau disita, dirampas, berarti ditetapkan menjadi milik negara,” jelas Isa.

Menurutnya, Ditjen Bea Cukai sedang memproses secara formal barang selundupan tersebut. “Tentu ada proses formal kepabeanan sampai dinyatakan barang tersebut disita, dirampas dan sebagainya oleh negara,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Hukum dan Humas Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu, Tri Wahyuningsih Retno Mulyani. Dia menjelaskan pemrosesan barang sitaan dari skandal penyelundupan tersebut kini masih berada di DJBC. DJKN siap mengeksekusi lelang kendaraan selundupan tersebut jika status sudah ditetapkan DJBC. “Ini benar-benar baru kasusnya. Nanti jika DJBC memutuskan sesuai dengan ketentuan, jika mau dilelang, maka DJKN akan melelangnya. Tapi kami masih menunggu keputusan di DJBC,” terang Tri Wahyuningsih.

Seperti diketahui, Kemenkeu dan Kementerian BUMN mengungkap kasus penyelundupan sepeda motor Harley Davidson dan dua sepeda Brompton yang melibatkan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara. Pada Kamis (5/12), Menteri BUMN Erick Thohir telah memberhentikan Ari Askhara dari jabatan Dirut Garuda Indonesia. Erick memastikan pihaknya akan terus mengusut dugaan oknum lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

Dia menjelaskan telah menerima informasi dari komite audit dan komisaris terkait pelanggaran prosedur yang dilakukan saat pengiriman pesawat baru A330-900 Neo. Motor tersebut diketahui tahun 70-an dan pembelian pada April 2019. Uangnya ditransfer ke Finance Manager di Amsterdam, Belanda.

Semnetara Menkeu Sri Mulyani, menyatakan barang selundupan Harley Davidson tahun 1972 tersebut berharga Rp 800 juta. Adapun untuk sepeda Brompton diperkirakan seharga Rp 50 juta hingga Rp 60 juta per unit. Dengan demikian, lanjut Sri Mulyani, potensi kerugian negara akibat penyelundupan itu sebesar Rp 532 juta hingga Rp1,5 miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan polisi belum menangani kasus penyelundupan sejumlah barang mewah yang melibatkan Dirut PT Garuda Indonesia , I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Ashkara. “Kasus ini masih ditangani bea cukai dari unit penindakan. Polisi masih menunggu. Namun, kami akan lakukan koordinasi,” kata Yusri.

Upaya koordinasi yang dilakukan polisi berkaitan dengan peraturan Kementerian Perdagangan soal penyelundupan barang ilegal. Saat ditanya terkait adanya kemungkinan kasus itu masuk dalam ranah pidana, Yusri menyatakan masih mendalami aturan perihal perkara tersebut.(rh/fin)

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan pemberhentian Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia I Gustri Ngurah Askhara Danadiputra atau biasa disapa Ari Askhara menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hal ini lantaran PT Garuda Indonesia merupakan perusahaan terbuka.

“Kami masih menunggu dan melihat karena prosesnya RUPS, (Garuda Indonesia) perusahaan terbuka,” ujar Arya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (5/12).

Arya menyatakan, pihaknya juga akan melihat apakah Ari akan mundur sebagai dirut sebelum RUPS berlangsung.

“Mau tidak mau lewat formalnya RUPS. Nanti akan kami lihat juga bagaimana Dirut Garuda yang sekarang apakah dia langsung mundur atau menunggu RUPS,” ucapnya.

Arya menambahkan, Kementerian BUMN belum menyiapkan kandidat untuk mengisi pos Dirut Garuda Indonesia sepeninggalan Ari nantinya. Ia pun meyakini, jajaran direksi Garuda Indonesia masih tetap mampu menjalankan operasional perusahaan meski pos direktur utama kosong.

Lebih lanjut dikatakan Arya, pihaknya telah memiliki langkah untuk meminimalisir praktik korupsi yang kerap terjadi di BUMN. Yakni dengan menguatkan jajaran komisaris guna mengawasi operasional perusahaan yang dijalankan jajaran direksi.

Diakuinya, langkah tersebut cukup membuahkan hasil. Sebagai contoh, kasus dugaan penyelundupan komponen Harley-Davidson di Garuda Indonesia ini.

“Ini yang melakukan audit bukan Kementerian BUMN tapi komisaris di garuda. Hasil audit merekalah yang menemukan kasus di Garuda,” tutur Arya.

“Kita selalu koordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan. Contoh misalnya untuk kasus ini kami koordinasi dengan Kemenkeu dalam hal ini bea cukai,” imbuhnya.

Diketahui, Garuda Indonesia mendatangkan pesawat baru yakni Airbus A330-900 yang bertolak dari Toulouse, Prancis, pada 16 November 2019 dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng pada keesokan siang.

Pesawat itu mendarat di hanggar nomor 4 milik Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia. Pihak Bea Cukai pada bagasi ditemukan beberapa suku cadang Harley-Davidson yang tidak diproduksi di Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan motor Harley Davidson klasik yang diduga diselundupkan lewat pesawat baru Garuda ditengarai milik Ari Askhara. Atas dugaan ini, Erick Thohir pun memberhentikan Ari Askhara dari jabatannya sebagai Dirut Garuda Indonesia.

Sebelumnya, KPK sempat meminta Garuda Indonesia menjelaskan pengangkutan suku cadang Harley-Davidson kepada publik. Lembaga antirasuah itu tak ingin hal ini menjadi polemik. “Saya kira akan lebih baik jika informasi ini dijelaskan secara terbuka agar tidak ada kekeliruan pemahaman,” kata Juru Bicara KPK Febri, Rabu (4/12).

Febri menuturkan, ada kekhawatiran benda tersebut merupakan pemberian bagi penyelenggara negara. Sehingga, hal ini berpotensi sebagai tindak pidana gratifikasi.

“Jika diberikan secara tidak langsung dan dalam keadaan tidak dapat menolak saat itu juga, maka menurut undang-undang wajib dilaporkan ke KPK dalam jangka waktu 30 hari kerja,” imbuh Febri. (riz/gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here