Desa-desa di Purworejo  Diminta Dukung Kelancaran Droping Air

ARAHAN. Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Sutrisno memberikan arahan kepada sekitar 500 peserta  dalam Rakor Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Penghujan di Pendopo Kabupaten Purworejo
ARAHAN. Kepala Pelaksana BPBD Purworejo Sutrisno memberikan arahan kepada sekitar 500 peserta  dalam Rakor Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Penghujan di Pendopo Kabupaten Purworejo

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Selama musim kemarau tahun ini, permintaan air bersih dari desa-desa terdampak kekeringan cukup tinggi. Bahkan, banyak wilayah yang sebelumnya tidak masuk dalam daftar atau Surat Keputusan (SK) Bupati juga mengalami kekeringan dan mengajukan bantuan air bersih.

Secara keseluruhan, distribusi air lancar. Namun, ada hal yang menjadi catatan, yakni kurangnya dukungan dari sebagian masyarakat atau pemerintah desa terkait penyediaan sarana tandon atau penampungan air droping. Peletakan penampungan air yang berada di dataran tinggi serta sulit akses kerap menjadi kendala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo serta instansi terkait yang melakukan droping air.

Hal itu menjadi salah satu evaluasi dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Penghujan Tahun 2019-2020 di Pendopo Kabupaten Purworejo, Rabu (4/12).  Rakor diikuti sekitar 500 peserta dari unsur perangkat desa, Polsek, Koramil, dan perwakilan komunitas relawan se-Kabupaten Purworejo.

Baca Juga
Relawan Bravo Dropping 5.000 Liter Air di Kebonrejo, Magelang

Usulan agar masyarakat atau pemerintah desa menyiapkan tandon air di lokasi mudah dijangkau antara lain disampaikan oleh Direktur PDAM Tirta Perwitasari, Hermawan Wahyu Utomo. Sebagai salah satu instansi penyalur air bersih saat kekeringan, petugas kerap terkendalam karena belum adanya tandon yang memadai dan letaknya yang sulit terjangkau.

“Beberapa desa saat kami droping air itu belum siap tendon, ada juga yang letaknya sulit dijangkau dengan armada kami yang sudah cukup tua. Ada baiknya jika sebelum air datang, masyarakat menyiapkan penampungan  sehingga tidak memakan waktu yang lama,” katanya.

Pihaknya memahami beragam kondisi masyarakat terkait kemampuan menyediakan tandon. Namun, hal itu dapat diatasi dengan peran serta pemerintah desa, yakni mengalokasikan anggaran desa untuk penyediaan penampungan bersama.

Artikel Menarik Lainnya :  Upah Relawan Covid-19 di Purworejo Tersendat Beberapa Bulan

“Beberapa desa memang sudah ada, dan harapannya untuk ke depan ini harus menjadi perhatian desa,” ungkapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Drs Sutrisno MSi, menyebutkan bahwa  musim penghujan mundur dari prediksi sebelumnya. Karena itu, SK Bupati terkait penanganan kekeringan yang sedianya hanya sampai bulan November diperpanjang. Sampai saat ini BPBD telah menyalurkan air bersih sekitar 3200 tangki ke 74 desa di berbagai kecamatan.

Baca Juga
Sigit Dinobatkan Jadi Walikota Paling Inovatif Tahun 2019

“Secara keseluruhan distribusi air tidak ada kendala, selain keterbatasan armada,” sebutnya.

Pihaknya membenarkan permasalahan tersebut dan perlu peran serta pemerintah desa dalam hal penyediaan penampungan bersama. Solusinya antara lain dengan membangun penampungan di lokasi startegis menggunakan anggaran desa.

“Ada beberapa desa yang sudah dan ini memudahkan kami. Kalau memang desa atau mayarakat benar-benar tidak mampu mengadakan penampungan, bisa kita fasilitasi di BPBD,” tandasnya. (top)