Berkunjung di Magelang, Menteri Edhy Prabowo Janji Atasi Mahalnya Harga Pakan Ikan

KUNJUNGAN. Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo, dalam kunjungan di Balai Benih Ikan di Loka Ngrajek, Mungkid, Kabupaten Magelang.
KUNJUNGAN. Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo, dalam kunjungan di Balai Benih Ikan di Loka Ngrajek, Mungkid, Kabupaten Magelang.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo, menanggapi harga pakan ikan yang cukup mahal. Edhy berjanji akan membantu permasalahan dengan mesin pembuat pakan ikan modern. Di samping itu, pihaknya juga akan membantu setiap kelompok pembudi daya pakan ikan mandiri.

“Ini sebagai langkah pertama untuk mengatasi harga pakan,” ucap Edhy saat kunjungan di Balai Benih Ikan di Loka Ngrajek, Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (6/12).

Edhy mengatakan, pihaknya juga akan berkomunikasi dengan para pengusaha pembuat pakan terkait harga yang melambung.

Baca Juga
284 Atlet Ramaikan Kejuaraan Bulu Tangkis Bupati Magelang Cup

“Saya akan berkomunikasi kenapa harga pakan kok mahal. Saya yakin mereka paham penyebabnya. Entah masalahnya ada di distribusi atau ada di perantara,” tutur Edi.

Menurutnya, kebutuhan ikan air tawar apalagi Nila, sangat besar di dunia, sementara para pembudi daya ikan juga semakin enggan membudidayakannya karena terbentur dengan harga pakan yang kian meroket.

“Sementara untuk indukan sudah cukup bagus, tempatnya pun hampir 5,3 hektar dan saya pikir ini modal untuk Jawa Tengah di sektor perikanan darat,” papar Edhy.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang, Sri Hartini menyebutkan, luas lahan yang dimiliki Kabupaten Magelang untuk menampung hasil panen ikan seluas kurang lebih 248 hektar. Sementara Mina Padi mencapai lebih dari 2.000 hektar.

Baca Juga
Sigit Dinobatkan Jadi Walikota Paling Inovatif Tahun 2019

Kendati demikian, tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Magelang masih relatif rendah, yakni 9,05 persen atau 19,05 Kg/per kapita/ tahun. Sementara di tingkat Jawa Tengah mencapai 31 persen. Menurutnya, permasalahan ini juga dipengaruhi oleh kondisi geografis Kabupaten Magelang yang lebih didominasi pegunungan dan perbukitan.

Artikel Menarik Lainnya :  Tak Kapok, Residivis di Magelang Kembali Rampas HP dan Uang

“Rata-rata mendapatkan ikan di gunung agak sulit. Masyarakat lebih memilih mengkonsumsi daging ayam yang lebih mudah dicari,” terang, Sri Hartini.(cha).