Terapkan Android Based Test, SMKN 1 Kalikajar Gunakan PAS Tanpa Kertas

Terapkan Android Based Test, PAS Tanpa Kertas
ANDROID. Para siswa SMKN 1 Kalikajar tengah mengerjakan tes Penilaian Akhir Sekolah dengan Android Based Test yang dinilai lebih efektif dan efisien,

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Meskipun bukan hal baru, Tes Berbasis Android atau Android Based Test (ABT) nyatanya belum banyak diberdayakan di Wonosobo. Namun, sebuah sekolah yang baru berumur tiga tahun, SMKN 1 Kalikajar, sejak 25 November hingga Kamis (5/12) telah menggunakan ABT untuk Penilaian Akhir Sekolah (PAS).

Menurut Kepala SMKN 1 Kalikajar, Drs Rohmat Istiyadi, sekolahnya dinilai berhasil menyelenggarakan PAS tanpa kertas dan tanpa ada kendala berarti dari awal hingga selesai, Kamis (5/12).

Menurutnya, ABT idealnya sudah siap dilaksanakan di seluruh sekolah termasuk jenjang SMP dan pihaknya siap menularkan ke sekolah lain.

Baca juga
Rasakan Sensasi Makan Opor Enthok di Wonosobo, Pengunjung Makan di Pawon

“Siswa kami ada 207 dan PAS berbasis Android ini dimulai dengan mempersiapkan berbagai hal. Diawali mendata siswa yang memiliki smartphone android dan solusinya bagi yang belum. Kami meyaknikan orang tua bahwa ini bisa dilakukan, akhirnya bahkan didukung. Kami sudah pergunakan ABT ini untuk total 37 mata pelajaran di tiga jenjang kelas dengan tiga jurusan,” ungkap Rohmat.

Keseriusan menyiapkan ABT dengan diawali survei yang mendata kurang dari 5 persen yang tidak memiliki gawai android. Menurut Rohmat, tes itu sekaligus membuka paradigma siswa, orang tua, dan guru, bahwa keberadaan smartphone di sekolah memang mampu mendukung kegiatan belajar mengajar.

Menurut Rohmat, ABT juga memperkuat pendidikan karakter untuk melatih kejujuran, kemandirian, pengendalian diri dan tanggung jawab.

“Bahkan setidaknya paket data yang digunakan tidak sampai habis Rp5000 dan itu pun masih sisa banyak. Sebelumnya ada simulasi, pelatihan untuk guru, admin, dan operator tes. Alhasil, PAS dilaksanakan tanpa kertas dan guru tidak menghabiskan waktu untuk mengoreksi. Jika ada kendala, justeru itu untuk pembelajaran kami,” ungkapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Masuk Zona Merah, Satu Sekolah di Wonosobo Gagal Gelar PTM

Ditekankan Rohmat bahwa dengan ABT siswa bisa belajar mengendalikan diri, menggunakan gawai untuk sesuatu yang bermanfaat bukan hanya bersenang-senang.

Mereka dilatih tanggung jawab dengan tidak bisa menarik kembali pekerjaan yang sudah dikumpulkan. Demi kelancaran PAS, pihak sekolah tetap menyiapkan soal cetak meski dalam jumlah yang tidak banyak atau sedikitnya 10% untuk kejadian luar biasa. Seperti pemadaman listrik, sinyal provider yang hilang, atau gawai Android yang bermasalah.  Dijelaskan Waka Kurikulim, Khomsatun SPd di lab komputer juga sudah ada 32 unit komputer dengan dua unit server.

Baca Juga
Tidak Kantongi Izin, Tiga Tower Seluler Ditertibkan Satpol PP Wonosobo

“Siswa sebelum tes hanya membuka Mobile Exam agar Hape mereka hanya fokus untuk satu aplikasi itu saja dan tidak bisa browsing lainnya atau buka aplikasi lain, misalnya untuk komunikasi dengan temannya. Distribusi seluruh soal hanya butuh dua operator dan satu admin menggunakan Learning Management System Schoology yang berupa aplikasi di Google Play,” katanya.

Menurut salah satu siswi kelas 12 Akuntansi, Lailatun Nafisah adanya ABT di sekolahnya menunjukkan bahwa smartphone siswa bisa dukung pembelajaran. Bahkan siswa kini lebih aktif menyimpan soal tugas dan materi. Menurutnya, persiapan yang tidak begitu lama cepat dipahami siswa karena penggunaannya relative mudah.

“Bagi saya memuaskan karena kami jadi lebih memahami cara kerja tes online dan menggunakan ini untuk tes di sekolah ternyata memudahkan kita. Syaratnya hanya Email aktif dan link ujian dibagi per kelas. Secara otomatis, soal diacak, sehingga tidak mungkin menyontek,” pungkasnya. (win)