Peringati Hari Guru, Kepala SMPN 2 Kepil Sungkem pada Para Guru

Peringati Hari Guru, Kepala Sekolah Sungkem Pada Para Guru4
SEDERHANA. Peringatan sederhana Hari Guru di SMPN 2 Kepil diwarnai tangis haru saat sungkem dengan para guru senior oleh kepala sekolah.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Diantara berbagai momen yang dihelat pada peringatan Hari Guru yang dilaksanakan salah satu sekolah yang cukup jauh dari pusat kota, SMP N 2 Kepil.

Ada sebuah acara istimewa yang membuat siapapun ikut trenyuh, ketika melihatnya. Mereka yang menyaksikan momentum itu pun ikut meneteskan air mata , yakni saat Kepala SMPN 2 Kepil, Hadi Wiyono MPd sungkem kepada sosok orang tua yang pernah menjadi gurunya belasan tahun silam.

Sesaat setelah memberikan kata sambutan, dengan membawa bunga, Hadi mendatangi dan sungkem kepada tiga orang guru yang kini menjadi bawahannya.

Tiga orang tersebut adalah guru senior di SMP Negeri 2 Kepil yaitu, Ruti Sumarni, M.Pd., Widodo, S.Pd. dan Satiyun, S.Pd.

Baca Juga
Seluruh Personel Polres Wonosobo Ikuti Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian dan Purna Bhakti

Hadi yang kini menjabat pengurus harian PGRI sebagai ketua LBH PGRI sekaligus menjadi anggota Dewan Pendidikan, dan staf khusus bidang pendidikan Bupati Wonosobo bersimpuh dan mengucapkan terimakasih pada para gurunya itu.

“Sikap yang ditunjukkan beliau ini sungguh sebuah tauladan yang sarat makna, sebuah pembelajaran filosofi yang tidak akan diperoleh di buku apapun, tidak dapat disaksikan di film manapun. Bagi kami guru-guru muda dan masih yunior, ini adalah sebuah pelajaran yang sangat mahal. Bahwa guru tetaplah guru sampai kapanpun, bahwa guru tidak akan pernah bertukar posisi dimanapun, bahwa guru harus dihormati, dijunjung tinggi walau sang mantan murid sudah jauh menduduki jabatan yang lebih tinggi,” ungkap salah satu guru setempat, Maryanto, kemarin (2/12).

Ketika di banyak tempat terjadi kasus murid menganiaya guru, orang tua melabrak dan merendahkan martabat guru dan kasus-kasus yang menjadikan guru pada posisi yang tidak dihargai oleh mereka yang tidak memiliki etika dan nurani hal itu menjadi sebuah pemandangan yang menyejukkan.

Artikel Menarik Lainnya :  Pengawasan Inspektorat Pemda Harus Tegas dan Lebih Dini

Baca Juga
Bupati Magelang Serahkan Bantuan Langsung pada Korban Angin Puting Beliung di Sawangan

“Fenomena banyak siswa yang tidak menghargai gurunya, bahkan berani berkata tidak sopan di depan gurunya. Atau mereka yang sudah bekerja dan sukses menjadi pengusaha, orang penting atau pejabat, kemudian lupa dan atau berlagak lupa kepada gurunya juga menjadi pengingat bagi kami,” imbuhnya.

“Bagi saya, kerendahan hati justru akan menaikkan derajat, kehalusan budi akan mengangkat martabat diri, kebijaksanaan dan kebesaran hati untuk menghormati mereka yang lebih tua akan semakin membesarkan nama kita,” ungkap Hadi.

Dijelaskan Hadi bahwa kegiatan peringatan hari guru di SMP Negeri 2 Kepil memang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, bahkan dengan sekolah lain. Tahun ini, dikonsep dalam format yang sederhana namun sarat makna yakni dengan mengangkat sosok guru dan peranannya bagi pendidikan.

“Agenda diawali dengan pembacaan puisi bertema jasa guru karya Ibu Rini Utami. Peringatan juga dirangkai dengan beberapa kegiatan sekaligus, diantaranya pemilihan guru idola pilihan murid, juga diumumkannya hasil perlombaan antar kelas, meliputi baris-berbaris, tata upacara bendera dan kebersihan kelas yang diadakan sebelumnya,” ungkapnya. (win)