Peringati Hari Disabilitas, IDW Berharap Kaum Difabel Mampu Berkarya

Difabel
TAMPILKAN. Para difabel menampilkan kebolehannya dalam berbagai aksi panggung termasuk tarian yang diiringi musik bundengan, di peringatan Hari Disabilitas Internasional di Sasana Adipura 

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Ikatan Disabilitas Wonosobo (IDW) bersama Pemkab Wonosobo menggelar agenda peringatan Hari Disabilitas Internasional pada 2 Desember tiap tahunnya, di Gedung Adipura Kencana, Selasa (3/12).

Menurut ketua panitia, Saiful Rohman (Iponk), agenda itu digelar untuk menunjukkan ke masyarakat luas bahwa penyandang difabilitas mampu hidup setara.

“Ini adalah salah satu ajang bagi para penyandang disabilitas atau diffable (different ability), kita harus bangkit dan buktikan pada dunia bahwa kami bisa gelar sebuah acara dan libatkan sahabat-sahabat disabilitas se- Wonosobo untuk menggelar agenda ini bersama. Kami undang 750 orang baik disabilitas maupun non disabilitas. Ini baru pertama kali kita adakan acara sebesar ini. Dengan dukungan Pemkab Wonosobo, multisektotal dinas-dinas terkait dan komisi ramah HAM,” ungkapnya di sela acara.

Baca juga
58 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Temanggung

Iponk menyebut, pesan utama agenda itu ialah untuk menjelaskan bahwa para difabel juga setara untuk mendapatkan hak yang sama dengan amanat undang-undang. Bahkan para penyandang disabilitas harus jadi prioritas di berbagai sektor, termasuk untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak.

“Semoga Wonosobo selalu jadi rumah yang nyaman bagi kami dan kesetaraan itu benar terwujud. Tema kali ini Ability, Indonesia inklusi disabilitas unggul semoga benar bisa terwujud dan masyarakat harus pahami bahwa jumlah penyandang disabilitas di Wonosobo cukup besar, maka jangan sampai teman-teman ini tidak diperhatikan karena bisa jadi masalah lingkaran kemiskinan belum kunjung selesai karena kurangnya perhatian itu,” katanya.

Salah satu isu dasar yang diangkat menyangkut pendidikan, yakni masalah fasilitas maupun konsep sekolah inklusi agar para difabel bisa sekolah di manapun, tanpa memandang label sekolahnya, mengingat jarak bisa jadi masalah besar bagi para difabel. Bagi Iponk, di banyak seleksi penerimaan pegwai, termasuk CPNS pun ada beberapa poin yang dinilai belum adil bagi para difabel.

Artikel Menarik Lainnya :  Putus Penyebaran covid-19, Pemkab Wonosobo Gelar Penyemprotan

Salah satu agenda dalam even itu adalah donasi kursi roda santunan duafa dan yatim piatu serta pelajar difabel berprestasi. Dalam pembukaan acara, para difabel tampil memukau membawakan tarian yang diiringi para tuna rungu dan juga ditarikan siswi tuna rungu daru Dena Upakara.

Wakil Bupati Agus Subagiyo mengatakan, Pemkab Wonosobo harus benar-benar memperhatikan bidang pendidikan para penyandang disabilitas.

Baca Juga
Pemkot Magelang Siap Beri Dukungan Penyelenggaraan Pilkada 2020

“Ability itu lebih dari skill dan ini yang penting mengingat para difabel juga bisa memiliki kemampuan yang sama dengan yang secara fisik sempurna. Jangan sampai sekolah tolak disabilitas. Ada salah satu penerima penghargaan tadi, mbak Nia yang selalu juara di kelas dan duduk di kelas dua SMA N Mojotengah. Pesan kami lewat acara ini, mari kita setara saling jaga dan jadi manusia yang unggul dengan memperhatikan saudara kita yang penyandang disabilitas,” kata Wabup.

Selain penampilan kesenian, ada pula fashon show batik oleh penyandang disabilitas termasuk tuna netra, menyanyikan lagu Indonesia raya, penyerahan penghargaan pada atlet disabilitas, Workshop Diskusi pendidikan inklusi, dan workshop peran disabilitas dalam implementasi Wonosobo Ramah HAM. (win)