Lupa Matikan Tungku, Satu Rumah di Wonosobo Hangus Jadi Abu

Lupa Matikan Tungku
TERBAKAR. Satu unit rumah di Dusun Garung Desa Butuh Lor Kecamatan Kalikajar berubah menjadi abu, setelah dilalap si jago merah 

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Satu unit rumah di Dusun Garung, Desa Butuh Lor, Kecamatan Kalikajar berubah menjadi abu, setelah dilalap si jago merah kemarin. Diduga kebakaran tersebut akibat tungku yang lupa dimatikan oleh pemilik rumah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun penghuni harus diungsikan.

Kepala BPBD Wonosobo, Zulfa Ahsan Alim Kurniawan membenarkan, telah terjadi kebakaran di Dusun Garung Butuh Lor pada tengah malam kemarin sekitar pukul 00.07 WIB. Tidak ada korban, namun kondisi rumah hangus terbakar.

“Kejadian kebakaran dini hari, kita terima laporan sekitar pukul 00.07 WIB. Kemudian kita terjunkan tim ke lokasi kejadian,” katanya.

Baca juga
Peringati Hari Disabilitas, IDW Berharap Kaum Difabel Mampu Berkarya

Menurutnya, dari informasi warga setempat, diduga kebakaran dipicu oleh tungku dapur yang lupa dimatikan oleh pemiliknya. Ketika hendak tidur, api diketahui sudah membesar, sementara sumber air cukup jauh dari rumah korban.

“Rumah yang terbakar milik Trimo Al Triyanto 13/04 Dusun Garung  Butuh Lor, saat kejadian pemilik tidak tahu api sudah membesar kemudian merembet ke semua ruangan. Kondisi rusak berat, hampir semua isi di dalam rumah berubah menjadi abu,” terangnya.

Baca juga
58 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Temanggung

Pihaknya mengkau sudah melakukan koordinasi dengan pihak pemerintahan desa dan kecamatan untuk melakukan pendataan bersama serta membuat laporan ringkas. Sedangkan pemilik rumah disiapkan lokasi di rumah saudara terdekat untuk pengungsian sementara dan menggerakan warga membersihkan puing sisa kebakaran.

“Kita lakukan asesement dan koordinasi bersama pada tahap awal penanganan,” ucapnya.

Sementara itu, Pusdalops BPBD Wonosobo , Sabar Mondleng mengemkukan,  proses pemadaman kebakaran dilakukan oleh warga, BPBD, tim Damkar dan sejumlah relawan dan berbagai kalangan. Namun jarak lokasi yang jauh menjadikan kondisi rumah tidak mampu tertangani dengan cepat.

Artikel Menarik Lainnya :  Stop Dispensasi Nikah di bawah Umur

“Jarak dari kota mencapai 23 kilometer, dengan kondisi bergunung, berada di gang kecil serta minim air, itu cukup menyulitkan,” katanya.

Proses pemadaman awal dikethauinya kebakaran dilakukan oleh warga dengan alat seadanya. Kemudian disusul 2 armada Damkar dan 1 armada tangki BPBD diterjunkan kelokasi untuk membantu pemadaman. (gus)