28 Penangkar di Temanggung Mulai Produksi Benih Bawang Putih

Produksi Benih Bawang Putih.
TUNJUKAN. Salah satu PNS Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Temanggung sedang menunjukkan benih bawang putih hasil tangkaran petani di Temanggung.

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Dari catatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, setidaknya ada sebanyak 28 penangkar yang sudah mulai memproduksi benih bawang putih.

“Kurang lebih ada 28 penangkar benih bawang putih yang masuk dalam binaan kami,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Masrik Amin Zuhdi, Selasa (3/13).

Ia mengungkapkan, 28 penangkar benih bawang putih tersebt tersebar di beberapa kecamatan di antaranya, Kecamatan Kledung, Parakan, Tretep, Wonoboyo dan sejumlah kecamatan lainnya.

“Rata-rata penangkar benih bawang putih ini sudah memiliki gudang sendiri, mereka merawat benih sesuai dengan standar perawatan, sehingga kualitas yang dihasilkan juga sangat bagus,” terangnya.

Baca Juga
Kejari Temanggung Limpahkan Berkas Tersangka Triono ke PN, Kasus Korupsi BKK Pringsurat Segera Disidangkan

Masrik menuturkan tanaman bawang putih telah dikembangkan di Temanggung sejak 2017 di 11 kecamatan dengan kondisi geografis berupa dataran tinggi, yakni Kecamatan Kledung, Parakan, Tretep, Ngadirejo, Candiroto, Wonoboyo, Tembarak, Selopampang, Kaloran, Bulu, dan Bansari. Sejak mulai ditanam kembali di Temanggung, para petani sudah langsung mulai melakukan penangkaran benih bawang putih. Upaya ini sesuai dengan tujuan dari penanaman bawang putih di wilayah Temanggung.

“Harapannya nanti 11 daerah sentra itu masing-masing ada penangkarnya,” katanya.

Kabupaten Temanggung Jawa Tengah, menjadi sentra penangkar benih bawang putih yang banyak memasok benih ke sejumlah daerah bahkan sampai ke luar Pulau Jawa.

“Pembeli benih bawang putih Temanggung, antara lain dari Sulawesi, Sumatera, Jatim, Bali, NTT, Boyolali, Semarang, Jawa Barat,” terangnya.

Menurut dia perilaku petani Temanggung itu sebagian besar sudah mulai sadar, untuk jadi penangkar dan akan terus didorong karena untuk diperdagangkan bebas penangkar harus bersertifikat, kemudian barangnya harus berlabel.

Artikel Menarik Lainnya :  Industri Mesin Sangrai Kopi Tak Goyang Dihantam Pandemi

Baca Juga
58 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Temanggung

“Perilaku saja tidak cukup kalau tidak dikawal sampai dia mendapat hak-haknya atau statusnya sebagai penangkar yang benar karena dia harus bersertifikasi dan uji kompetensi,” katanya.

Ia menyampaikan produksi benih bawang putih dari produksi panen misalnya 10 ton per hektare kemudian nanti akan dipilih atau diseleksi yang layak digunakan untuk benih dan biasanya penyusutan sampai dengan 50-70 persen.

“Kalau panen di musim kemarau bisa susut 50 persen tetapi kalau saat musim hujan bisa susut sampai 70 persen. Proses menjadi benih itu sampai enam bulan,” katanya.(set)