Pilkada Purworejo, KPU Diharapkan Bisa Kembangkan Kehidupan Demokrasi

PELUNCURAN. Ketua KPU Purworejo menabuh bedug menandai Peluncuran Pilbup Purworejo 2020 beserta maskot dan jingle-nya di Gerbang Upacara Alun-alun Purworejo
PELUNCURAN. Ketua KPU Purworejo menabuh bedug menandai Peluncuran Pilbup Purworejo 2020 beserta maskot dan jingle-nya di Gerbang Upacara Alun-alun Purworejo

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Sebanyak 270 kabupaten/kota di berbagai provinsi se-Indonesia akan menggelar Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak tahun 2020. Penyelenggaraan di Kabupaten Purworejo diharapkan dapat mengembangkan kehidupan demokrasi masyarakat sekaligus semangat membangun daerah tanpa disertai dengan perpecahan akibat perbedaan pilihan.

Pesan itu menjadi penekankan para penyelenggaran Pemilu saat Peluncuran Pemilihan Bupati (Pilbup) dan Wakil Bupati Purworejo 2020 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo di Tugu Kembar atau Gerbang Upacara Alun-alun Purworejo, Minggu (1/12).

Anggota KPU Jawa Tengah, Paulus Widiyantoro, saat memberikan sambutan menegaskan bahwa Pilbup sebagai pesta demokrasi harus membawa keceriaan. Tidak hanya pihak-pihak yang berkepentingan atau terlibat langsung, masyarakat secara luas juga harus dapat menikmati dampak positifnya.

Baca juga
Festival Kampung Gunung “Telomoyo Nganengi” Sukses, Soreng Istana Jadi Daya Tarik Pengunjung

“Pemilihan bupati adalah pesta demokrasi di mana semuanya harus bisa menikmati dan merasa senang,” tegasnya.

Dalam Pelimukada 2020, Paulus mengajak kepada seluruh elemen yang terlibat, khususnya peserta atau kontenstan, nanti dapat bersama-sama mengangkat keadaban atau kehalusan dan kebaikan budi. Jangan sampai penyelenggaraan Pemilukada justru mengganggu sendi-sendi kehidupan akibat minimnya kesadaran keadaban.

“Dalam Pilbup ini mari kita angkat tema dan semangat keadaban. Adab lebih tinggi daripada integritas,” tandasnya.

Pesan yang sama disampaikan Ketua KPU Purworejo, Dulrokhim. Menurutnya, Pilbup 2020 dilaksanakan untuk memperkokoh persatuan warga, mengembangkan kehidupan demokrasi, dan menggelorakan semangat pembangunan. Bukan sebaliknya.

“Kami berharap pelenggaraan Pilbup di Kabupaten Purworejo dapat terlaksana dengan baik, aman, lancar, dan sukses tanpa adanya perpecahan. Pilbup ini kerja gotong royong sehingga mari kita sukseskan bersama-sama,” katanya.

Sesuai dengan Maskot Pilbup 2020 yang diangkat yakni buah Manggis yang sarat filosofi, pihaknya berharap Pilbup 2020 dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas, jujur, dan amanah.

Baca juga
Dua Mantan PNS di Purworejo Ditetapkan jadi Tersangka Korupsi Bansos Kemenpora

“Dalam hidup dan sebuah kepemimpinan lebih-lebih adalah bagi seorang pemimpin, sudah sepatutnya perlu mencontoh filosofi manggis yang mungkin terlihat sederhana, namun memiliki isi yang begitu indah, yang selalu sama, antara perkataan dan kenyataan,” ungkapnya.

Pesan senada juga disampaikan Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM. Dalam sambutan yang dibacakan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan, Sumharjono, bupati menyampaikan bahwa perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam sebuah kontestasi. Namun, hal itu jangan sampai menjadi ajang perpecahan bagi masyarakat.

“Dengan semakin meningkatnya kedewasaan politik masyarakat, saya meyakini penyelenggaraan Pemilukada 2020 akan berjalan lancar, aman, dan sukses.Namun, Kita tidak boleh lengah dengan segala kemungkinan yang bisa terjadi dalam sebuah perhelatan yang melibatkan banyak orang dengan beragam kepentingan,” tandasnya. (top)