16 SD Negeri di Wonosobo akan Diregrouping

Diregrouping
MENGAJAR. Proses kegiatan belajar mengajar di salah satu kelas di SDN Bumitirto Selomerto yang  minim siswa.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Wonosobo mengalami penurunan jumlah siswa dan pendidik. Terkait hal itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) berencana akan kembali menggabungkan beberapa sekolah pada tahun 2020 mendatang.

“fakta di lapangan menunjukkan, bahwa setiap tahun terjadi penurunan jumlah guru. Bersamaan dengan itu, jumlah murid yang bersekolah dibeberapa kecamatan itu juga alami penurunan,” ungkap  Sekretaris Disdikpora, Musofa kemarin  di kantornya.

Menurutnya, regroup  dilakukan untuk memenuhi kuota siswa dalam satu kelas. Yang setidaknya akan diisi lebih dari 20 anak jika melakukan penggabungan. Ditambah dengan minimnya minat guru untuk menjadi kepala sekolah.

Baca Juga
Tiga Hari Hanyut, Seorang Kakek asal Wonosobo Ditemukan Tewas di Purworejo

Hal ini mengacu pada aturan PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru itu yang menjelaskan soal tunjangan seorang guru. Dimana dirinya berhak mendapat tunjangan profesi apabila minimal mengajar sekitar 20 anak. Menurutnya jika hal tersebut betul diterapkan akan banyak guru yang tidak mendapatkan tunjangan profesi.

“Jika dilakukan regroup itu manfaatnya cukup banyak. Mulai dari mengatasi kekurangan guru, penambahan jumlah siswa, serta memangkas kebutuhan kepala sekolah,” imbuhnya.

Pada tahun 2020 mendatang Disdikpora berencana akan menjadi 8 sekolah. Regroup itu dilakukan masih dalam satu desa di empat kecamatan, meliputi  Kecamatan Kepil, Kecamatan Sapuran, Kecamatan Kaliwiro dan Kecamatan Leksono.

Namun jumlah tersebut masih lebih kecil dibanding tahun 2019. Sebab untuk tahun ini saja Disdikpora telah melakukan regrouping sekolah di 13 SDN. Kebijakan ini akan menyesuaikan dengan kondisi sekolah. Termasuk guru dan siswa itu sendiri sebagai objek dari kebijakan yang diterapkan.

“Kebijakan regrouping ini tetap menyesuaikan kondisi sekolah, termasuk siswa dan pendidik serta kondisi jarak sekolah,” pungkasnya. (gus)

Artikel Menarik Lainnya :  Truk Beras Rem Blong di Kertek, 3 Orang Meninggal, 1 Luka Berat