Teater jadi Corong Pengawasan, Bawaslu Purworejo Gandeng UMP Usung “The Box”

Teater jadi Corong Pengawasan.
TAMPIL. Sejumlah mahasiswa Teater Surya tampil teatrikal saat mengusung lakon The Box di auditorium UM, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purworejo menempatkan seni teater sebagai corong pengawasan dalam perhelatan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Purworejo 2020. Sebagai langkah awal, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) yang tergabung dalam UKM Teater Surya digandeng dan difasilitasi untuk memampilkan pertunjukan teatrikal di Auditorium UMP, Sabtu (30/11) malam.

Melalui lakon berjudul “The Box” karya Doyok dan disutradarai Mahestya Andi Sanjaya, ratusan penoton yang hadir diajak merenungkan peran penting masyarakat untuk andil mengawal Pemilukada sejak tahapan awal hingga keberadaan surat suara di kotak suara dan penghitungannya. Lakon yang diusung sekaligus menggugah kesadaran khalayak, khususnya generasi millennial, agar tidak terpikat dengan iming-iming material sehingga terjebak dalam zona politik uang.

Pagelaran malam itu juga dirangkai dengan diskusi Pemilu dan penandatanganan naskah kerja sama pendidikan politik  antara Bawaslu dengan Fakultas Ilmu Sosial UMP. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Bawaslu Purworejo Nur Kholiq SH SThI MKn dan Rektor UMP yang diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Budi Setiawan SSos MSi.

“Pengawasan partisipatif menjadi urgensi kita karena pada tahun 2020, tepatnya tanggal 23 September, Purworejo ini akan menggelar hajatan besar yang melibatkan banyak elemen dengan berbagai kepentingannya. Kita ingin para pecinta teater, khususnya teman-teman mahasiswa dan pelajar yang hadir ini, turut menjadi corong pengawasan Bawaslu,” kata Ketua Bawaslu Purworejo, Nur Kholiq.

Menurutnya, kerja sama dengan pelaku teater baru kali pertama dilakukan Bawaslu. Namun, pementasan kali ini bukan yang terakhir dan akan akan ditindaklanjuti dengan program-program lainnya. Pihaknya juga akan terus menggandeng para pelaku seni serta komunitas masyarakat lain untuk mengawal Pemilukada.

“Pengawasan Pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab jajaran Bawaslu, melainkan seluruh stakeholder dan masyarakat,” tegasnya.

Langkah Bawaslu menggandeng mahasiswa mendapat apresiasi dari Budi Setiawan. Menurutnya, sinergitas yang dibangun sekaligus menjadi wahana mahasiswa belajar langsung soal politik dan Pemilu.

“Model sosialisasi lewat teater ini bisa dilanjutkan, mungkin dengan road show ke berapa wilayah,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Anggota KPU Purworejo, Akmaliyah SPd I, yang juga hadir dan mengikuti diskusi. Dirinya yang juga penah menjadi aktivis teater saat kuliah mengaku bahwa teater merupakan salah satu seni yang mampu menyampaikan pesan secara efektif.

“Dalam pementasan ini saya melihat juga ada pesan untuk menyukseskan Pemilu. Ini sejalan dengan salah satu tugas kami untuk mengajak masyarakat berpartisipasi memilih, tetapi tidak sembarangan memilih,” tandasnya. (top)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here