Sosialisasi pada Mahasiswa, Bea Cukai ”Goes to Campus” UM Magelang

Bea Cukai Custom Goes to Campus
BISNIS DARING. Kepala Subseksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas, Bimo Adisaputro Kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Magelang, Bimo Adisaputro memberikan bekal kepara mahasiswa UM Magelang, belum lama ini.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Magelang melakukan sosialisasi tentang bea dan cukai kepada para mahasiswa di Kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang belum lama ini. Kegiatan yang digelar bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM Magelang tersebut dikemas dalam ”Custom goes to Campus” di aula Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes).

Dekan FEB UM Magelang, Dra Marlina Kurnia MM mengatakan, saat ini animo masyarakat terutama anak-anak muda untuk membeli barang secara daring (online) dari luar negeri semakin marak. Namun sayangnya, belum banyak yang tahu apa barang yang dibeli tersebut terkena bea cukai atau tidak.

Baca Juga
Aplikasi Magelang Cerdas, Mudahkan Masyarakat Terima Layanan Pemkot Magelang

”Saya harapkan acara ini dapat menambah wawasan bagi para mahasiswa. Terutama pengetahuan mengenai bea cukai dan soal ekspor-impor,” katanya.

Custom goes to Campus menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Subseksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas, Bimo Adisaputro dan Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan DJBC Magelang, Sulwa Kojar.

”Dalam kegiatan ini kami menyosialisasikan materi mengenai tugas pokok dan fungsi bea dan cukai serta profil Kantor Bea Cukai Magelang. Diharapkan mahasiswa lebih mengetahui tugas dan fungsi dari bea cukai dalam proses impor barang,” kata Bimo Adisaputro.

Secara keseluruhan, kata dia, Direktorat Jenderal Bea Cukai dibagi menjadi empat peran, yakni industrial assitance yang bertugas untuk membantu kemajuan perkembangan serta melindungi industri dalam negeri dari persaingan global.

Baca juga
Pascabencana Angin Kencang, Pemkab Magelang Tetapkan Status Tanggap Darurat

Selain itu, trade facilitator yang bertugas untuk memberikan fasilitas kemudahan bagi perdagangan dan industri. Terdapat pula community protector yang bertugas untuk melindungi masyarakat dari pemasukan barang yang merusak lingkungan dan yang mengganggu kesehatan.

”Kemudian yang terakhir, revenue collector yang bertugas mengumpulkan penerimaan negara yang berasal dari pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor serta cukai,” imbuhnya. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here