Tingkatkan Daya Saing, UMKM di Kendal Dituntut Kreatif dan Inovatif

UMKM Dituntut Kreatif dan Inovatif
DIPERTEMUKAN – Tingkatkan daya saing, Baperlitbang fasilitasi para Klaster Usaha /UKM Kendal dengan Pelaku Usaha yang sudah mapan/maju digiat temu usaha dan kemitraan.

KENDAL – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki pasar strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. Sebab, keberadaan mereka berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah juga nasional, serta menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran.

Sekretaris Baperlitbang, Puji Astuti menyampaikan hal itu saat kegiatan Temu Usaha (Match Making) dan Kemitraan bagi Pelaku UKM Kendal, yang digelarnya, kemarin, di Tirto Arum Baru Kendal. Tema yang diangkat “Optimalisasi Pemasaran Produk UKM Kendal Menuju Pasar Global”. Kegiatan hadirkan tiga narasumber dan diikuti OPD terkait dan Klaster Usaha/UKM Kendal. Menurutnya, pengembangan sektor UMKM tidak dapat dilakukan secara parsial, namun memerlukan pendekatan yang komprehensif dan stimulan dari seluruh unsur.

“Temu usaha dan kemitraan mengandung arti bahwa sebagai upaya memfasilitasi pemasaran UKM yang lebih luas dan dapat menembus pasar ke luar daerah maupun ke negara lain,” katanya, mewakili Kepala Baperlitbang Kendal, Agus Sumaryono. Tiga narasumber yang dihadirkan, yakni Puji Yuwono dari Dinas Perdagangan Kendal, Istikanah Direktur CV Indo Arab Enterpreize, dan Marjoko dari Rumah UMKM Jawa Tengah.

Menurut Astuti, secara umum UMKM masih memiliki sejumlah kendala dalam pengembangannya. Khususnya di era pasar global ini UMKM dituntut untuk berinovasi, kreatif dan meningkatkan kualitas produk sehingga mampu berdaya saing. Indonesai merupakan pangsa pasar besar yang diperebutkan seluruh pelaku usaha di kawasan ASEAN.

“Membangun semangat inovasi dan kreativitas merupakan kunci utama untuk dapat memenangkan persaingan yang akan meningkatkan daya saing UMKM serta mampu menekan biaya produksi serendah mungkin,” terangnya.

Sesuai data, Kabupaten Kendal memiliki pelaku UMKM yang jumlahnya cukup besar, 32 ribu lebih, sehingga potensial dalam peningkatan perekonomian daerah. Namun, UMKM daerah sering terkendala dalam pemasaran produknya, karena minimnya jaringan pemasaran. “Oleh karena itu, temu usaha dan kemitraan ini dapat dijadikan ajang sarana memperluas pemasaran,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua pelaksana, Mulyadi mengungkapkan, tujuan kegitan untuk memfasilitasi para Klaster Usaha /UKM Kendal dengan Pelaku Usaha yang sudah maju. Selain berinteraksi langsung juga sekaligus meningkatkan jejaring dan perluasan pemasaran produk-produk UKM Kendal. “Serta menambah wawasan bagi Klaster UKM Kendal dalam jejaring pemasaran produk,” katanya. (lid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here