Seorang Pemuda Idiot  di Salatiga Aniaya Nenek Hingga Tewas

CEK KORBAN : Mbah Harni, korban penganiayaan pemuda idiot saat divisum petugas Polres Salatiga.
CEK KORBAN : Mbah Harni, korban penganiayaan pemuda idiot saat divisum petugas Polres Salatiga.

MAGELANGEKSPRES.COM,SALATIGA- Mbah Harni (60) warga kampung Klampeyan RT 03 RW 01 Kelurahan Noborejo Kecamatan Argomulyo Salatiga  ditemukan terkapar di lantai rumahnya, Senin ( 25/11) sore. Saat ditemukan oleh saksi Partinah tetangganya, korban menderita luka memar dan lebam diwajahnya.

Korban diduga dianiaya oleh Dik (25) kerabat  yang tinggal satu rumah dan dikenal  mengalami keterbelakangan mental atau idiot.  Oleh warga,  korban kemudian dilarikan ke RS Ario Wirawan. Namun meski sempat mendapat perawatan intensif oleh tim medis,nyawa korban tidak tertolong. Korban meninggal Senin sore pukul 17.00.

Keterangan yang dihimpun,kali pertama kejadian ini diketahui oleh saksi Partinah. Saat itu sepulang dari  bekerja di warung mie bakso dekat rumah korban, Partinah melihat Mbah Harni tergeletak di lantai dekat pintu sembari merintih-rintih kesakitan.

Baca Juga
Hasil Pilkades Serentak di Kabupaten Magelang, Masih Didominasi Calon Incumbent

Saksi langsung mendekat dan ternyata korban luka parah. Kedua matanya lebam dan mulutnya berdarah. “Saya langsung minta tolong ke tetangga dan tak lama kemudian tetangga berdatangan. Anak Mbah Harni yang bernama Marsudi juga dikabari tentang kejadian ini. Selanjutnya Mbah Harni langsung dilarikan ke rumah sakit,” kata Partinah.

Korban dilarikan ke RS Ario Wirawan dan langsung mendapat perawatan intensif dari tim medis. Namun karena lukanya parah, nyawa korban tidak tertolong.   Tak lama kemudian beberapa anggota Polsek Argomulyo yang dipimpin Kamit Reskrim Iptu Sunarto SH mendatangi lokasi  guna  olah TKP untuk mengumpulkan keterangan para saksi.

Dari keterangan para saksi, pelaku pengaiayaan diduga dilakukan oleh Dik. Karena mengetahui kondisi pelaku yang mengalami keterbelakangan mental, pihak keluarga korban menerima hal tersebut sebagai musibah dan tidak akan menuntut  pelaku yang sudah dikenal baik seluruh keluarga korban dan diwujudkan dalam bentuk surat pernyataan.

Ditempat terpisah Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono membenarkan  adanya peristiwa peganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia yang diduga dilakukan oleh  yang mengalami keterbelakangan mental.

Pihak kepolisian sudah mengklarifikasi baik dengan keluarga korban maupun pelaku yang masih kerabat tersebut. Kedua belah pihak menerima hal tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut. (deb/sgt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here