Khutbah di Masjid BUMN Harus Diawasi, Eric : Pegawai Terlibat Teroris Dipecat

khutbah di masjid bumn
Khutbah di Masjid BUMN Harus Diawasi, Eric : Pegawai Terlibat Teroris Dipecat

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Seorang pegawai BUMN, PT Krakatau Steel diamankan Tim Densus 88 Antiteror. Dia diduga menjadi anggota jaringan teroris. BUMN diminta untuk melakukan pengawasan yang ketat tiap karyawan dan aktivitas di lingkungan tempat kerjanya.

Anggota Komisi VIII DPR fraksi PKB, Maman Imanulhaq Faqi mengatakan dalam mengantisipasi berkembanganya radikalisme di lingkungan BUMN, para pejabatnya harus ketat dalam melakukan pengawasan. Baik personalitinya maupun kegiatan di lingkungan tempat kerja.

Dia juga mengusulkan, agar masjid-masjid di BUMN dipegang pejabat eselon yang terbukti toleran dan juga memperhatikan khotbah yang menyejukkan.

“Saya usul masjid-masjid di BUMN tidak dipegang sembarang orang, paling tidak dipegang eselon II sepangkat direktur. Supaya bisa terlihat kalau ada suatu masjid mengajarkan paham radikal terorisme itu tinggal dipertanggungjawabkan adalah direktur tersebut,” katanya, Jumat (15/11).

Menurutnya selama ini, masjid-masjid di lingkungan BUMN diurus oleh tukang bersih bersih. Mereka juga tak diberi tanggung jawab.

Baca Juga
Tingkatkan Investasi, Walikota Magelang Tawarkan Bekas Gedung Magelang Teater pada para Pengusaha

“Sekarang masjid-masjid hanya diberikan pada hanya tukang bersih biasa tanpa diberi tanggung jawab apa pun, itu yang bahaya,” katanya.

Dia juga mengimbau agar pemerintah mengadakan seleksi ketat menjaring ASN dan BUMN.

“Perlu ada seleksi yang ketat bagi siapapun yang mau masuk BUMN, ASN termasuk dites bagaimana komitmen kebangsaannya soal ideologi pancasila soal NKRI,” kata Maman.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan akan memecat pegawai Krakatau Steel yang terbukti bagian dari aksi teror.

“Ini sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini,” katanya.

Dia juga mengatakan terorisme adalah tindak kejahatan yang bisa menimbulkan ketakutan masif, menimbulkan korban, merusak objek vital yang strategis, juga mengancam keamanan negara.

“Saya rasa tidak ada satu orang pun yang mendukung aksi teror. Saya mendukung kerja polisi dan semua aparat guna memerangi terorisme, dimanapun itu, bukan hanya di lingkungan BUMN tetapi di seluruh Indonesia,” tegas Erick.

Direktur Utama Kratakau Steel Silmy Karim, memastikan pihaknya akan meningkatkan pengawasan dalam upaya pencegahan tindakan terorisme.

“Perusahaan terus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan tindakan pencegahan,” katanya.

Namun, dia mengatakan pihaknya hanya bisa memantau aktivitas dan perilaku karyawan di tempat kerja.

“Di luar tempat kerja itu menjadi urusan aparat penegak hukum. Mengenai pencegahan dan pemberantasan terorisme sudah ada lembaga yang menangani hal tersebut. Kami mendorong dan mendukung sepenuhnya atas pencegahan dan pemberantasan terorisme,” tegas Silmy.

Ia mejelaskan, secara normatif yang dapat dilakukan perusahaan adalah saat proses seleksi. Harus ada kerja sama antara perusahaan dengan aparat penegak hukum untuk melakukan “background checking” saat proses seleksi karyawan.

Hal ini dapat mencegah kemungkinan direkrutnya pelamar yang terindikasi bagian dari jaringan terorisme.

“Saya sebagai pimpinan di Krakatau Steel mendukung langkah-langkah aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas-tugas untuk memberantas terorisme. Kejadian seperti diharapkan tidak terulang,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Krakatau Steel, Pria Utama mengatakan, karyawan Krakatau Steel yang ditangkap Densus 88 adalah karyawan level staf setingkat supervisor. Jadi bukan merupakan petinggi atau level manajemen.

“Manajemen mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh aparatur hukum dalam rangka memerangi terorisme di Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan atas penangkapan itu, segenap manajemen tetap menghormati dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku.(gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here