Kemendikbud Luncurkan Rumah Belajar Versi Mobile

Kemendikbud Luncurkan Rumah Belajar Versi Mobile
Kemendikbud Luncurkan Rumah Belajar Versi Mobile

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) telah mengembangkan portal pembelajaran Rumah Belajar dalam versi mobile.

Aplikasi yang berisi konten-konten pembelajaran dan aplikasi e-pembelajaran untuk siswa dan pendidik ini, kini dapat dimanfaatkan secara luas di seluruh Indonesia dan dapat diunduh di google playstore.

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Kapustekkom) Kemendikbud, Gogot Suharwoto, mengatakan pengembangan aplikasi Rumah Belajar tersebut berangkat dari kesadaran tren siswa generasi Z, yang merupakan pengguna asli dari perangkat digital. Rata-rata generasi Z menghabiskan minimal 6,5 jam per hari untuk mengakses informasi melalui ponsel pintar.

“Sebagai bentuk komitmen Kemendikbud untuk memberikan pelayanan yang maksimal dalam menyediakan aplikasi pembelajaran yang lebih user friendly, kini telah kita luncurkan Rumah Belajar versi mobile”, kata Gogot, Jumat (15/11).

Gogot menjelaskan, Selain lebih mudah dalam pencarian konten, versi mobile terbaru ini, lanjut Gogot, menyajikan tampilan yang lebih menarik sesuai dengan tren aplikasi zaman sekarang.

“Serta dilengkapi dengan fitur notifikasi konten terbaru, sehingga pengguna akan mendapatkan pop-up notification apabila ada konten terbaru dan kemudahan registrasi karena pengguna dapat log in dengan sosial media mereka. Selain itu, konten bisa diunduh dan dimanfaatkan secara luring,” terangnya.

Untuk memaksimalkan desiminasi pemanfaatan Rumah Belajar, lanjut Gogot, Kemendikbud juga menjaring guru-guru pilihan dengan serangkaian pelatihan berjenjang yang menghasilkan Duta Rumah Belajar di masing-masing provinsi.

Duta Rumah Belajar diharapkan dapat menjadi mesin penggerak utama yang mampu membangun budaya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di sekolah-sekolah, baik untuk guru maupun komunitas, akan lebih optimal dan efektif,” tuturnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud, Ananto Kusuma Seta menambahkan, aplikasi Rumah Belajar merupakan portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar, serta fasilitas komunikasi mendukung interaksi antar komunitas.

Menurutnya, Rumah Belajar juga sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang bisa dimanfaatkan siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat.

“Dengan menggunakan Rumah Belajar, kita bisa belajar di mana saja, kapan saja dengan siapa saja,” katanya. (der/rls/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here