Demo Memanas, Warga Vs Perangkat Desa di Kendal Nyaris Ricuh

Warga Vs Perangkat Desa Nyaris Ricuh
RICUH – Diskusi antara warga Pidodo Wetan dengan para perangkat desa setempat hampit berujung ricuh.

MAGELANGEKSPRES.COM,KENDAL – Warga Pidodo Wetan, Kecamatan Patebon, Jumat (15/11) kemarin menggeruduk balai desa setempat guna menuntut pengembalian setoran PBB warga tahun 2014-2017 yang diduga digelapkan oknum perangkat desa. Suasana bahkan memanas dan nyaris ricuh antara warga dengan salah satu perangkat desa saat proses diskusi.

Aksi itu sendiri sebagai buntut kemarahan warga Pidodo Wetan yang merasa dirugikan karena uang setoran PBB mereka selama tahun 204 sampai 2017 ternyata tak dibayarkan ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kendal. Hasil setoran diduga ditilep oknum perangkat desa setempat. Warga pun baru mengetahui permasalahan itu saat disodori tagihan utang PBB dengan nilai besar, padahal mereka rutin membayar secara berkala.

Camat Patebon, Mugiono yang hadir dalam audiensi kemarin, pun berjanji untuk menangani kasus tersebut sesegera mungkin. Menurutnya, kasus dugaan penggelapan PBB tersebut saat ini sedang diselidiki Inspektorat Kendal. “Kita akan mengumpul data-data, nanti kita rangkum dan kita Ibilingkan,” katanya.

Mugiono juga menghimbau warganya untuk tenang dan tidak terprovokasi. Sebab permasalahan itu menrutnya bisa diurai dan carikan solusinya melalui musyawarah.

Dia bahkan berjanji memenuhi tuntutan warga agar dibuatkan surat pernyataan kesediaan bagi oknum perangkat yang telah memakai setoran PBB warga untuk mengembalikan. “Kalau memang nanti terbukti, maka oknum perangkat wajib mengembalikan uangnya ke warga,” tandasnya.

“Insya Allah, kita upayakan agar permasalahan ini clear pada Senin besok dan masalahnya kita serahkan ke BPD. Sebagai pembina desa, kami akan mendampingi kasus ini sampai tuntas,” pungkasnya. (fik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here