Tolak Money Politik, Bawaslu Purworejo Bina Kampung Anti Money Politik

PEMBINAAN. Komisioner Bawaslu, Rinto Haryadi saat melakukan sosialisasi dan pembinaan salah satu kampung anti money politik Desa Sukoharjo Kutoarjo.
PEMBINAAN. Komisioner Bawaslu, Rinto Haryadi saat melakukan sosialisasi dan pembinaan salah satu kampung anti money politik Desa Sukoharjo Kutoarjo.

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Ratusan warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Kutoarjo, Purworejo berkomitmen menolak politik uang pada Pilkada Purworejo tahun 2020. Komitmen itu dibangun dalam kesepakatan dan rembug warga Desa Anti Politik Uang Bawaslu Kabupaten Purworejo.

Warga yang berkomitmen itu terdiri dari kelompok pemuda, kelompok perempuan, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta kelompok tani dan pekerja.

Anggota Bawaslu Kabupaten Purworejo Rinto Hariyadi menjelaskan, Desa Sukoharjo merupakan satu di antara tiga desa di Kabupaten Purworejo yang menjadi pilot project Bawaslu menjadi desa anti politik uang.

“Ini merupakan program pencegahan. Desa sasaran mendapatkan edukasi dari Bawaslu. Warga desa diajak berembug untuk bersama-sama menolak politik uang,” jelasnya di sela-sela kegiatan pembinaan, kemarin.

Lebih lanjut dijelaskan Rinto, ada 600 warga yang dihadirkan dalam kegiatan rembug tersebut. Harapannya warga memiliki kesamaan persepsi untu menolak politik uang.

Dalam kesempatan pembinaan, Rinto menjelaskan, pemilu sesungguhnya merupakan implmentasi kedaulatan rakyat. Oleh karena itu, rakyat merupakan pemilik hajat dari pemilu.

Baca Juga
Janda Asal Purworejo Tewas di Pemalang, Ditemukan Bersimbah Darah di Warung

Politik uang, sambungnya, merupakan tindakan yang mengancam kedaulatan. “Politik uang merupakan sebuah kejahatan demokrasi,” tegasnya.

Ditambahkan Rinto, politik uang juga bisa dirunut sebagai embrio korupsi. Pasalnya, pemimpin yang menjabat karena membeli suara melalui politik uang dipastikan akan mencari uang pengganti setelah menjabat. Caranya dengan melakukan praktik korupsi.

Dalam rangka melawan politik uang, diperlukan sebuah gerakan yang masif. Terutama dari tokoh-tokoh yang punya pengaruh di sebuah wilayah.

“Tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, perempuan diharapkan bisa menjadi motor penggerak untk bersama-sama melawan politik uang. Jangan biarkan kedaulatan rakyat terbeli,” katannya.

Kepala Desa Sukoharjo Saputro menyambut baik program desa anti politik uang tersebut. “Program ini sangat strategis untuk memberikan pemahaman kepada warga kami tentang demokrasi. Terutama pemilu yang bersih dan bebas dari kecurangan,” katanya.

Saputro mengucapkan terima kasih kepada Bawaslu Purworejo yang sudah memberikan kepercayaan Desa Sukoharjo sebagai desa anti politik uang. “Kami berusaha menjaga komitmen ini,” katanya.

Ketua Karang Taruna Mulyadi menegaskan, para pemuda di desa itu siap mengawal desa anti politik uang. “Pada launching tanggal 9 Nopember nanti kami akan pentaskan kreatifitas seni para remaja,” tandasnya. (luk)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here