Harga Cabai di Pasar Kota Magelang Anjlok, Permintaan Justru Lesu

komoditas sayuran
LESU. Meski harganya anjlok sejak beberapa bulan ini, permintaan cabai di Pasar Rejowinangun justru lesu, 

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Komiditas cabai sempat menjadi penyebab lonjakan inflasi beberapa bulan lalu. Namun kini, harga cabai justru anjlok di pasaran. Hal ini disebabkan melimpahnya stok karena beberapa sentra cabai mulai memasuki masa panen. Meski begitu, permintaan di pasaran justru mengalami penurunan.

Harga sejumlah jenis cabai terpantau anjlok, Kamis (7/11). Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Syaifullah menyebutkan, berdasarkan hasil pantauan sudah beberapa pekan ini, harga cabai mengalami penurunan.

“Di Pasar Rejowinangun, harga cabai merah Rp22 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp28 ribu per kilogram, rawit merah Rp32 ribu dan rawit hijau Ro28 ribu per kilogram,” katanya.

Baca Juga
Wapres Ma’ruf Amin Ajak Rakyat Lawan Radikalisme

Kemudian di Pasar Kebonpolo, harga cabai merah Rp30 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp25 ribu, rawit merah Rp28 ribu, dan rawit hijau Rp30 ribu per kilogram.

“Harga cabai merah terpantau turun 2,59 persen dan rawit hijau turun 6,03 persen dibandingkan hari sebelumnya,” ujarnya.

Salah satu pedagang di Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Ranti (50) menungkapkan, harga cabai mengalami penurunan tajam. Padahal, Agustus 2019 lalu, harga cabai sempat meroket mencapai Rp70 ribu per kilogram.

Namun, sejak September dan Oktober, harga cabai terus merosot. Anehnya, meski begitu, permintaan konsumen justru menurun.

“Tidak terlalu ramai, justru sepi. Sehari rata-rata cuma laku 10 kilogram saja. Kalau harga murah biasa saja, tapi kalau pas mahal, itu malah kadang-kadang stok kita sering habis,” ucapnya.

Ranti menduga, penurunan harga cabai terjadi akibat stok yang melimpah. Dia biasanya mendapat pasokan cabai dari Kabupaten Magelang.

Sementara itu, Siti Rondiyah (50), salah seorang pembeli mengaku, penurunan harga cabai saat ini cukup berpengaruh pada tingkat konsumsi untuk kebutuhan dapur. Ia mengaku sudah membeli stok cukup banyak, sehingga dia belum ingin untuk membei cabai lagi.

“Kemarin saya kira murahnya cuma sebentar. Beli cabainya jadi sekalian saja. Kalau pas mahal, ya cuma beli 1 ons saja,” katanya. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here