Gelar Pelatihan, Remaja Tiga Kecamatan di Purworejo Didorong Manfaatkan Medsos

Remaja Tiga Kecamatan Didorong Manfaatkan Medsos
PELATIHAN. Puluhan remaja, warga, dan tokoh masyarakat dari Kecamatan Kemiri, Pituruh, serta Bruno mengikuti pelatihan Medsos di Taman Wisata Curug Kaliurip,

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO– Puluhan remaja, warga, dan tokoh masyarakat dari Kecamatan Kemiri, Pituruh, serta Bruno, didorong untuk dapat memanfaatkan media sosial (Medsos). Dorongan itu diwujudkan oleh Pemerintah Kecamatan Kemiri bersama Komunitas Medsos Kemiri Mbolang (Kembol) dengan menggelar pelatihan pemanfaatan Medsos di Taman Wisata Curug Kaliurip Desa Kaliurip Kecamatan Kemiri, Kamis (7/11).

Pelatihan menghadirkan praktisi bisnis online Purworejo Gusta Fitriawan dan jurnalis televisi Joe Hartoyo. Keduanya menjelaskan tentang sisi positif dan negatif media sosial, serta pemanfaatannya untuk meningkatkan kesejahteraan.

Pemateri menyampaikan teknik pemanfaatan media sosial untuk sarana berbisnis. Antara lain, memanfaatkan platform Instagram, Facebook, Youtube dan Blog. Mereka mengajarkan pemanfaatan Medsos secara gratis untuk menjalankan usaha.

Ketua panitia, Kukuh Purwono, menyebut pelatihan tersebut merupakan upaya komunitas untuk mengangkat nama tiga kecamatan di dalam jejaring medsos. Pelatihan diikuti sekitar 50 perwakilan UMKM, karang taruna, sekretaris desa, pendamping desa, pegiat media sosial, dan pelajar SMA/SMK.

Baca Juga
Janda Asal Purworejo Tewas di Pemalang, Ditemukan Bersimbah Darah di Warung

“Masih ada yang menganggap medsos hanya untuk iseng belaka, padahal ada banyak sekali manfaaatnya. Namun, belum semua melirik potensi medsos,” sebutnya.

Menurut Kukuh, pelatihan dapat membuka wacana tentang pentingnya media sosial dan bisa bijaksana dalam memanfaatkannya. Peserta juga diingatkan untuk tidak terjebak dalam penyebaran berita hoaks dan ujaran kebencian.

“Kami mengundang semua elemen, baik kalangan milenial maupun pada pemangku kebijakan tingkat desa,” imbuhnya.

Pelajar SMK VIP Kemiri yang menjadi peserta pelatihan, Hariat Nopen, mengatakan bahwa pemanfaatan medsos untuk bisnis merupakan hal baru. Selama ini, Medsos baru dimanfaatkan untuk komunikasi antarteman dan menunggah berbagai foto potensi serta kegiatan.

Menurutnya, ada banyak potensi Kecamatan Kemiri yang bisa diangkat untuk dipopulerkan dan dijual kepada khalayak.

“Saya berpikir membuka bisnis kuliner dengan sarana medsos, sekarang ini masih banyak yang belum terangkat,” ujarnya. (top)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here