Dituntut Kuasai Materi, 72 Siswa di Wonosobo Bersaing dalam Lomba Baca Cepat

Baca Cepat
KECEPATAN. Para siswa tengah mengikuti lomba Kompetensi Baca Cepat di Dinas Arpusda, 

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Sebanyak 26 siswa SD/MI, 22 siswa SMP/MTs, dan 24 siswa SLTA bersaing untuk memperebutkan gelar juara terbaik dalam lomba membaca cepat di aula Gedung Arpusda, Kamis (7/11). Para peserta diharuskan untuk bisa menguasai teks dalam kurun waktu 10 menit di masing-masing kategori.

Menurut salah ketua panitia penyelenggara, Kabid Perpustakaan Endang Tri Wahyuni, kegiatan itu menjadi salah satu agenda tahunan yang menjadi rangkaian lomba bersama beberapa lomba bertema literasi lainnya, seperti lomba macapat, lomba bercerita, dan sebagainya.

“Lomba Kompetensi Baca Cepat dalam rangka fasilitasi peningkatan kemampuan membaca cepat untuk pelajar setingkat SD, SMP, dan SMA se-Wonosobo. Agenda ini merupakan bagian dari pemantapan penggunaan teknik membaca cepat untuk para peserta didik di Wonosobo. Yang juga mendukung kompetensi dalam memahami teks atau bacaan baik akademis maupun bidang umum,” ungkapnya di sela kegiatan.

Dijelaskan lebih lanjut, untuk penilaian meliputi aspek kecepatan waktu baca, kesesuaian tema, serta tata bahasa. Untukproses perlombaan dimulai dengan pembagian teks bacaan untuk para siswa sesuai tingkatannya yakni artikel dengan 1.200 kata untuk siswa SD, artikel dengan 2.000 kata untuk siswa SMP, dan artikel dengan 2.500 kata untuk siswa SMA. Tiap artikel pun memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.

Baca Juga
Harga Cabai di Pasar Kota Magelang Anjlok, Permintaan Justru Lesu

“Para peserta lomba diberi waktu 10 menit untuk mencerna dan memahami bacaan dan dicatat waktunya ketika selesai. Setelah itu para peserta diberikan kesempatan untuk menulis apa yang telah dibaca. Jenis artikel atau bacaan yang diberikan kepada para peserta juga berbeda untuk tiap jenjang. Yakni bacaan berupa cerita pendek berupa cerita rakyat bagi siswa SD dan SMP, sedangkan SMA bobotnya lebih dengan tema pengembangan perpustakaan,” tutur salah satu panitia Ripto Hartanto.

Dari agenda itu, para siswa diharapkan untuk terus termotivasi meningkatkan teknik membaca hingga pada standar yang ada yakni untuk siswa SD 200 kata per menit, SMP 250 kata per menit, sedangkan untuk SMA 300 kata per menit.

“Ada berbagai teknik membaca yang meliputi teknik membaca cepat untuk mencari ide pokok suatu bacaan dan teknik membaca cepat untuk mendapatkan suatu informasi spesifik. Dengan menuliskan apa yang mereka baca dalam bentuk narasi sesuai ingatan dan pemahaman, maka diharapkan peserta lomba bisa menunjukkan keahlian itu di lomba itu dan mengasahnya di sekolah,” pungkasnya. (win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here