Deklarasikan Desa Pengawasan, Bawaslu Kabupaten Magelang Bentuk 3 Desa Pengawasan

OPEN
DEKLARASI. Deklarasi Desa Pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang, di Dusun Butuh, Desa Temanggung, lereng Gunung Sumbing.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Deklarasi Desa Pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang dideklarasikan di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Rabu (6/11). Bawaslu setempat, telah membentuk tiga desa pengawasan dan 11 desa anti money politik.

Ketiga desa pengawasan itu, meliputi Desa Ngargoretno di Kecamatan Salaman, Desa Pakunden di Kecamatan Pakis dan Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik. Kemudian desa pengawasan dideklarasikan bersama di Dusun Butuh.

Dusun Butuh merupakan dusun tertinggi di Kabupaten Magelang tepatnya di lereng Gunung Sumbing diketinggian 3771 Mdpl. Alasan dideklarasikan di dusun tersebut, diharapkan menjadi ‘virus’ gerakan moral dalam memberantas money politik terutama dalam setiap pesta demokrasi di Indonesia mulai dari Pilkades hingga Pilpres.

Baca Juga
Harga Cabai di Pasar Kota Magelang Anjlok, Permintaan Justru Lesu

“Money politik merupakan embrio dari tindak korupsi. Saat ini sudah berapa puluh pejabat politik yang masuk dipenjara. Ini karena ongkos politik di Indonesia sangat mahal. Jadi hal ini harus diminimalisir syukur dihilangkan. Salah satunya mulai dari menolak money politik,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, M Habib Sholeh, disela-sela deklarasi.

Bawaslu Kabupaten Magelang juga telah membentuk 11 desa anti money politik, yang tersebar di lima gunung. Masing-masing di Gunung Andong, Telomoyo, Merapi, Sumbing dan Pegunungan Menoreh. Ke-11 desa itu, antara lain 5 desa di Kecamatan Ngablak, Yakni di Desa  Jogoyasan, Pandean, Pagergunung, Girirejo dan Sumberejo.

“Desa-desa ini terdapat diantara Gunung Telomoyo dan Andong,” jelas Habib.

Adapun alasan memilih desa-desa tersebut, karena pernah ada laporan money politik saat pilkada lalu.

“Jadi sebelumnya kita petakan dulu, mana desa yang dulu ada laporan money politik atau tidak,” ungkap Habib.

Kades Desa Temanggung, Muslih H mengaku sangat mengapresiasi desanya dijadikan sebagai salah satu desa pengawasan.

“Kami sangat mengapresiasi, hal ini menjadi tantangan buat kami untuk membuktikan jika diwilayah ini tidak ada money politik baik saat pilkades, maupun pil-pil yang lain. Dan memilih calon pemimpin itu bukan karena uang, melainkan sesuai dengan visi misinya,” tutur Muslih.(cha).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here