Gerakan Percepatan Pengolahan Lahan, Desa Banjarsari  di Magelang Tetap Pertahankan Areal Lahan Persawahan

pertanian
PERTANIAN. Percepatan olah tanah dalam program percepatan olah tanah dan program percepatan tanam pada Kelompok Tani Sumberrejo Mulyo, Gapoktan Banjarsari Dusun Bumirejo 2 Windusari.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Dinas Pertanian Kabupaten Magelang bekerja sama dengan Kelompok Tani Sumberrejo Mulyo, Gapoktan Banjarsari Dusun Bumirejo 2 melaksanakan gerakan percepatan pengolahan lahan di Dusun Bumirejo, Desa Banjarsari, Kecamatan Windusari.

Untuk mensukseskannya dibantu PPL dan Babinsa desa setempat menggarap sawah milik Abdul Rozak seluas 1 hektar dan milik  6 warga lainnya yang saat ini dikerjakan seluas kurang lebih 20 hektar.

Koordinator PPL Windusari, Sugiarto mengatakan, perlu dilakukan upaya terpadu untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Yaitu, dengan cara intensifikasi dan ektensifikasi seperti peningkatan ketersediaan air irigasi, penyediaan bibit, pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan).

“Untuk meningkatkan produktifitas hasil pangan, namun capaian luas kurang lebih 20 hektar yang saat ini sedang dikerjakan dalam rangka percepatan olah tanah,” ucap Sugiarto.

Sugiarto menambahkan, salah satu cara menjaga untuk tetap menjadi sentral penghasil pangan terbesar diharapkan lahan persawahan untuk tidak dialih fungsikan. Serta menghemat air untuk cadangan pengairan sawah dalam menghadapi perubahan iklim, melaksanakan prosedur tanam yang benar. Sehingga kesejahteraan para petani dapat meningkat ketahanan pangan di Kabupaten Magelang  juga akan tetap terjaga.

Baca Juga
Kota Magelang Masuk 25 Besar Kota Cerdas di Indonesia

Babinsa Desa Banjarsari Pelda Rifai, mengatakan, Babinsa dan PPL nya bahu membahu berkerja sama dalam menjalankan program tersebut. Untuk kedepannya diharapkan produktifitas. Selanjutnya akan lebih baik dan meningkat gerakan percepatan olah tanah dan gerakan percepatan tanam akan mendorong pencapaian swasembada pangan nasional.

“Karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan target swasembanda pangan. Pastinya setiap wilayah pasti pernah mengalami akan adanya gagal panen, maka dari pada itu perlu adanya pengendalian dan pencegahan melalui bantuan dari Pemerintah dan unsur lainnya salah satunya dengan TNI,” terang Pelda Rifai.

Untuk kedepannya Desa Banjarsari Kecamatan Windusari akan tetap mempertahankan areal lahan persawahan untuk tidak menjadi alih fungsi baik untuk lahan perumahan maupun lahan lainnya. Karena, kecamatan Windusari merupakan penghasil pangan yang cukup memadai dan menjadi penopang pangan untuk Jawa Tengah, khususnya di Kecamatan Windusari Desa Banjarsari. Karena di Desa Banjarsari untuk irigasinya mengalir tanpa mengenal musim . Dan diharapkan peningkatan produksi pangan akan meningkat pesat sehingga peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Pada kegiatan tersebut dihadiri kordinator PPL Windusari Sugiarto  Forkomincam Windusari, Ketua Gapoktan  Ngudi Rejeki  Djarwasi dan Ketua Poktan Sumberrejo Mulyo beserta anggotanya.(cha).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here