Fadillah Arbi, Anak SMP yang Mengaspal di Balapan Internasional

    KAKIAN. Fadillah Arbi, Anak SMP yang Mengaspal di Balapan Internasional
    BERFOTO. Arbi (no 56) berfoto bersama dengan 15 pembalap dari berbagai negara setelah berhasil lolos dalam seleksi ATC yang diadakan di Sirkuit Sepang Malaysia.

    MAGELANGEKSPRES.COM,Masih berusia belasan tahun, tak menghalangi Fadillah Arbi Aditama untuk terus mengasah bakatnya diajang balap motor. Tak tanggung-tanggung, kariernya kini telah melesat di ajang balapan internasional setelah lolos ajang Asia Talent Cup (ATC) 2020.

    Darah pembalap seakan sudah mengalir dalam diri bocah berumur 14 tahun ini dari sang ayah, Robby Kurniawan yang dulunya adalah pembalap yang tergabung dalam Honda Simpel Concept Indonesia yang sudah pernah tampil di kelas nasional.

    Arbi, panggilan akrab sulung dari 3 bersaudara ini baru saja lolos dan akan mewakili Indonesia dalam ajang Asia Talent Cup (ATC) 2020. Rencananya dia akan melalap 6 seri balapan yang digelar di Asia di tahun 2020.

    Dia akan berlaga bersama 15 pembalap lain dari Asia serta Australia, Qatar setelah berhasil lolos dalam seleksi ATC yang diadakan di Sirkuit Sepang Malaysia, akhir Oktober lalu. Dari ke limabelas pembalap itu, 4 diataranya berasal dari Indonesia.

    Dalam seri balapan pemula yang dimiliki Honda itu, akan menjadi pembuktiannya. Jika dirinya mampu akan naik ke kelas berikutnya dan tidak menutup kemungkinan untuk bisa tampil dalam ajang grand prix.

    Perjalanan menuju grand prix memang masih terlalu panjang, namun Arbi mengaku akan berusaha untuk bisa terus eksis dan mengukir prestasi demi prestasi sampai bisa mencapai ajang tertinggi dalam ajang balapan motor tersebut.

    Lahir dari pasangan Roby Kurniawan-Anggi Putri Anggraeni, perjalanan Arbi sampai seleksi ACT memang bukan pekerjaan yang gampang. Seleksi yang langsung ditangani oleh manajernya Marc Marquez, Alberto Puig itu benar-benar murni. Hanya pembalap yang memiliki bakat dengan catatan waktu stabillah yang diambil.

    “Total yang mengikuti seleksi ada seratusan lebih. Dan yang diammbil hanya 15 anak saja untuk kelas pemula. Sampai terakhir yang lolos 15 itu, ada 4 dari Indonesia dan saya ada di dalamnya,” kata Arbi saat ditemui di tempatnya belajar, SMP Bruderan didampingi ibu serta guru Bahasa Inggrisnya, Eka Sisti Suprobowati, kemarin.

    Anak lelaki kurus dengan tinggi 165 cm ini mengaku mulai turun memegang motor sejak duduk di kelas 6 SD atau umur 12 tahun. Dan kejuaraan yang pertama diikutinya adalah kejuaraan daerah road race yang diadakan di Kebumen.

    Sampai bisa mengikuti seleksi ATC di Sepang Malaysia, Arbi mengaku menggali ilmu di Astra Honda Racing School Region Jawa. Selama berda dalam AHRS itu dia mendapatkan banyak bekal interview dengan media, riding style serta pengenalan motor.

    “Saya sempat mengikuti beberapa kegiatan yang digelar secara berbeda di Surabaya, Tasikmalaya serta Subang,” imbuh siswa yang berulang tahun tiap tanggal 14 Juni ini.

    Kemauannya yang keras untuk menjadi pembalap profesional memikat pelatih di AHRS dan memberikan kepercayaannya untuk berangkat ke Sepang Malaysia untuk mengikuti seleksi. Dan dalam ajang itu tercatat ada 6 pembalap pemula dimana hanya dirinya yang berasal dari AHRS.

    “Ini kesempatan saya untuk bisa terjun di balapan profesional. Makanya saya manfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya,” tuturnya.

    Anggi Putri Anggraeni sendiri mengaku melihat keinginan yang besar dari anaknya untuk terjun mengikuti jejak ayahnya memang membuatnya tidak bisa menghindar. Hanya keinginan itu mendapat ganjalan dari sang nenek yang mengetahui resiko dari balapan tersebut.

    “Memang sejak kecil, dari 3 anak saya, hanya Arbi yang meminati balapan. Sampai seluruh pembalap saat ada tayangan Grand Prix itu dia paham,” kata Anggi.

    Roby, lanjut Anggi, yang merupakan bekas pembalap dan kini terjun ke dunia mekanik kendaraan bermotor itu lebih mengarahkan anaknya untuk bisa menapak di level profesional. Meskipun kelas-kelas road race tetap diberikan.

    “Di road race itu bisa mengasah mental, karena head to head atau benturan dengan lawan itu bisa meningkatkan mental,” katanya.

    Ditilik dari materi, memang yang sudah ditorehkan Arbi belum menunjukkan hasil secara materi. Pihaknya bisa memahami karena selama proses seleksi pun tidak ada pungutan sama sekali. Pembalap hanya mendapatkan baju balap dan fasilitas motor adalah milik Honda.

    “Dari keberhasilan ini, sekarang kita juga harus berlatih sendiri. Kami lebih banyak berlatih di Boyolali yang ada sirkuitnya. Tapi nanti menjelang seri perlombaan, setidaknya seminggu sebelumnya Arbi akan berlatih bersama timnya di Sentul,” tambahnya.

    Dia berharap, kemampuan Arbi akan terjaga dan bisa terus bertahan serta menjadi yang terbaik. Sehingga rintisannya untuk bisa mengikuti jejak idolanya, Marc Marquest bisa diraih. (*)

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here