Terkait Penikaman terhadap Wiranto, 22 Kelompok Jamaah Ansorut Daulah Ditangkap

Terkait Wiranto, 22 Terduga Teroris Ditangkap
Terkait Wiranto, 22 Terduga Teroris Ditangkap

JAKARTA – Sebanyak 22 terduga teroris dari kelompok Jamaah Ansorut Daulah (JAD) ditangkap terkait aksi penikaman Menko Polhukam Wiranto. Penangkapan dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, 22 orang terduga teroris ini berasal dari beberapa kelompok. Antara lain, Khilafatul Muslimin, Daulah atau DI, Daulah APS, dan Mujahid Indonesia Timur (MIT).

“Seluruh tersangka, atau kelompok ini semua berafilisi dengan ISIS dan jaringan Jamaah Ansorut Daulah (JAD). Kelompok mereka ini dikenal tidak terstruktur di lapangan, tapi mereka terstruktur dan sistematis di media sosial secara virtual,” kata Dedi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (14/10).

Kelompok ini melakukan hubungan di media sosial secara intensif. Mereka berinteriaksi dalam rangka melakukan aksi amaliyahnya, baik melalui telegram atau media sosial lainnya.

“Jadi, mereka ini lebih intens menjalin komunikasi di medsos dan lebih terstuktur dan sistematis. Contohnya, apapun yang dilakukan tersangka atau kelompok ini dikomunikasikan melalui Telegram maupun di medsos lainnya,” ungkapnya.

Meski demikian, mereka tidak mengkomunikasikan waktu, tempat dan target untuk melancarkan aksi amaliyahnya. Tapi yang pasti mereka menyasar pada thogut.

“Tapi dalam komunikasi di medsos atau telegram, siapa, waktu, dan tempatnya tidak dijelaskan secara pasti. Tapi yang jelas, mereka ini mendeclair dulu mau amaliyah. Adapun target utama mereka itu, adalah aparat kepolisian yang dianggap thougut,” katanya.

“Jadi, kelompok ini tidak bersentuhan langsung tapi punya ikatan hubungan secara intens di media sosial. Khas lainnya, setelah berbaiat dengan ISIS kelompok ini jadi sel-sel yang independen dan melakukan amaliyah sesuai kemampuannya,” tambah Dedi.

Dalam aksi pengungkapan, Tim Densus 88 juga berhasil menangkap master mind-nya, yakni berinisial R. Dia ditangkap di Teluk Jambe, Jambi, Jumat (11/10).

“Seperti yang saya sampaikan kemarin, Densus 88 tidak berhenti untuk memburu tersangka lain, khususnya mastermind yang mengatur dan merencanakan setiap aksi kelompok ini,” jelasnya.

Meskipun saat ini telah menangkap 22 tersangka, Densus 88 masih terus melakukan pengembangan terhadap tersangka lainnya. Sebab, memang dari tersangka yang baru ditangkap pun masih terus didalami.

“Upaya ini dilakukan dalam rangka mitigasi terhadap pergerakan kelompok ini, agar mereka tidak melakukan kegiatan amaliyahnya kembali. Khususnya menjelang pelantikan Presiden. Intinya, kita tidak berhenti untuk melakukan penindakan hukum dan upaya preventif strike kepada kelompok ini,” tandasnya.

Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 Ma’ruf Amin, sebelumnya meminta penanganan radikalisasi, intoleransi dan terorisme di Indonesia tidak dilakukan secara represif.

“Pencegahannya lebih intensif, dan ke depannya dengan cara yang soft, artinya tidak represif tapi pendekatannya yang soft untuk menangkal mau pun mengembalikan mereka yang terpapar,” ujar Ma’ruf.

Dia berharap penanganan radikalisasi, intoleransi dan terorisme bisa dilakukan secara lebih intensif, baik dari segi struktural mau pun kultural.

Dari segi struktural, penanganan bisa dilakukan dengan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah mau pun ormas-ormas Islam lainnya.

Sedangkan dari segi kultural, penanganan radikalisme, terorisme dan intoleransi dapat dilakukan dengan mengedepankan program deradikalisasi, tidak hanya dari hilir, tetapi juga dari hulu. Sehingga dampak positif pencegahan dapat dirasakan secara menyeluruh.(Mhf/gw/fin)

Info Grafis

Densus 88 berhasil melakukan preventif strike terhadap terduga terorisme sebanyak 22 tersangka, mulai tanggal 10 Oktober – 14 Oktober 2019. Ke-22 terduga teroris tersebut adalah;

1. Syahril alias Abu Rara ditangkap pasca menyerang Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, tanggal 10 Oktober 2019.

2. Fitriana Diana (FD) istri Abu Rara yang ditangkap pasca penyerangan kepada Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, tanggal 10 Oktober 2019.

3. Tambahan penangkapan di Banten, berinisial RA (seorang perempuan). Terlibat terkait masalah aksi teror yang dilakukan Abu Rara.

4. WB alias Yudi ditangkap Kamis (10/10). Keterlibatan simpatisan kelompok Daulah atau DI sejak 2015, dan telah berbaiat dengan ISIS 2016. Aktif merekrut orang untuk bergabung dengan kelompok AS yang sudah ditangkap tanggal 23 September 2019 dan kelompok AL yang ditangkap, Senin (14/10). Barang bukti serbuk-serbuk pembuat bom, gotri, airsoftgun, pisau, beberapa buku jihad, konsep-konsep rencan amaliyah secara tertulis, dan juga dokumen pribadi.

Penangkapan Jumat (11/10)

5. Terduga teroris berinisial AT ditangkap di Bali. Tersangka terkait aksi Abu Rara sebagai cost contact untuk menyusun penyerangan atau amaliyah, kemudian mengetahui rencana Abu Rara beraksi, dan merencanakan amaliyah di wilayah bali dengan sasaran tertentu. Dia juga aktif menyusun tutorial untuk membuat bom yang dinamakan Produk Indo, dan kemudian dishare ke kelompok-kelompoknya.

6. ZA anak dari AT. Keterlibatan dikutsertakan oleh AT untuk aksi amaliyah, tersangka ini adalah anak di bawah umur sehingga Densus 88 pun akan melakukan penanganan hukum secara khusus kepadanya. Barang bukti Busur panah, beberapa peralatan membuat bom berisi, mur, baut, dan beberapa komponen juga disiapkan oleh yang bersangkutan. Masih di bawah umur melakukan secara khusus kepada ZA.

7. Di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, terduga teroris inisial S alias Jack Sparaw alias Z. Dia bagian dari kelompok Mujahid Indonesia Timur (MIT), keterlibatannya merencanakan jihad di Papua, dan mempunyai kemampuan membuat dan merakit bom.

8. R alias Putra alias Pedagang Berdebu, selaku Master mind kelompok terstruktur jaringan teroris di Media sosial (Medsos) ditangkap di Muara Jambe, Jambi. Keterkaitan dengan Abu Zee dan tersangka WW yang ditangkap pada 27 September 2019. Selain itu, bersama FAI di Magetan dalam aksi perampokan toko emas. Beberapa barang bukti diamankan, antara lain satu motor, uang, buku-buku, dokumen, alat komunikasi dan beberapa catatan elektonik.

9. TH ditangkap di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Terlibat sebagai pedukung ISIS dan sudah berbaiat dengan ABU Zee, lalu mengikuti I’dad di lapangan Puri Cendana dan tahu rencana amaliyah Abu Zee.

Penangkapan Minggu (13/10)

10. NAS menyerahkan diri di kantor Khilafatul Muslimin di wilayah Lampung. Tersangka telah berbaiat ke ISIS. Barang bukti diamankan, buku jihad atau khilafah dan ISIS.

11. A ditangkap di Poso, Sulawesi Tengah. Dia terlibat bom bunuh diri sesuai perintah Ali Kalora. Diamankan sejumlah barang bukti, seperti bahan dan alat untuk membuat bom, dua sajam, uang, tanda pengenal, aTM, dan telah siapkan bom pipa besi, serta memberi bantuan ke kelompok MIT.

12. RF alias Rizalul Fajri ditangkap di wilayah Indramayu, Jawa Barat. Keterlibatan dengan JAD Cirebon diajak oleh tersangka WW.

13. YF ditangkap di Kab Cirebon, Jawa Barat. Amir JAD Cirebon punya hubungan dengan tersangka WW, dan dari WW ini dia tahu aksi amaliyah istri Abu Rara. Barang bukti yang diamankan, antara lain 5 liter asam nitrat, bahan combain, cairan kimia berbagai jenis, anak panah, rimm, buku, paku yang semuanha itu untuk buat bom pipa, serta replica senjata.

14. WA ditangkap di Kota Cirebon, Jawa Bara. Sebagai Amir JAD Cirebon, dia diduga tahu rencana aksi teror WW. Barang bukti, Sangkur dan beberapa buku.

15. APS alias Arief Hidayat ditangkap di depan toko material di jalan Antasari, Lampung. Terkait jaringan dari Abu sahid alias suhada, telah berbait ke ISIS, dan bersama dengan kelompoknnya rencana untuk melakukan amaliyah dengan menyerang kantor polisi di Lampung.

16. TH (ditangkap dsn memiliki keterkaitan yang sama dengan APS)

17. Y alias yudistira (ditangkap dsn memiliki keterkaitan yang sama dengan APS)

Penangkapan Senin (14/10)

18. N ditangkap di wilayah Bandung. Terkait jaringan JAD Bandung dari kelompok WWN yang telah ditangkap tanggal 10 September.

19. JJ ditangkap di Kota Bandung. JAD Bandung pimpinan WWN.

20. AAS ditangkap di jalan Purwakarta, Antapani, Bandung. Terlibat dalam pelaksanan FAI di Bank tapi tidak dibayar dan ikut melakukan amaliyah.

21. MRM alias Rifki tertangkap di Gampusri, Rajawali, Bandar Lampung. Terkait kelompok Daulah APS dan telah berbait dengan ISIS, dan bersama dengan kelompoknya berencana melakukan amaliyah menyerang Mako Polri di Bandar Lampung. Dan telah memiliki beberapa sasaran di daerah Teluk Petung.

22. UD (tertangkap bersama MRM, dan memiliki keterkaitan yang sama dengan MRM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here