Kualitas Pendidikan Indonesia Kalah dengan Negara Lain

Kualitas Pendidikan Indonesia Kalah dengan Negara Lain
Kualitas Pendidikan Indonesia Kalah dengan Negara Lain

JAKARTA – Kualitas pendidikan Indonesia kalah dibandingkan negara lain, bahkan juga di ASEAN. Sungguh miris memang, di mana dahulu negara Malaysia impor guru dari Indonesia, namun sekarang ini justru kualitas daya saing kita kalah dari negara jiran itu.

Mengatasi persoalan lemahnya daya saing RI dengan negara lain, pemerintah telah menyiapkan anggaran pendidikan tahun 2020 sebesar Rp508 triliun. Anggaran tersebut dianggap mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki skill mumpuni. Diketahui, anggaran pendidikan tahn 2019 sebesar Rp492,5 triliun.

Namun Pengamat Pendidikan, Budi Trikorayanto menilai dengan hanya mengandalkan anggaran yang besar, tidak akan bisa mendorong perbaikan kualitas SDM di Tanah Air.

“Kemajuan pendidikan bukan hanya perkara anggaran, tetapi anggaran memang penting namun yang terpenting bagaimana meningkatkan kemapanan para guru. Itu yang utama yang harus dibenahi pemerintah,” ujar Budi kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Minggu (13/10).

Baca juga
Satu Hektar Hutan Gunung Payung di Magelang Terbakar

Selain itu, melakukan peremajaan kepala sekolah dari paham radikal yang selama ini menjadi duri dalam pendidikan di Tanah Air. “Mulai remajakan para kepala sekolah dan berhentikan mereka uang membawa siswa pada kebodohan paham radikal,” kata dia. “Dan, juga meningkatkan kompetensi guru,” imbuh dia.

Terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani menyebutkan rendahnya SDM lantaran kualitas pendidikan Indoenesia perlu ditingkatkan lagi. Untuk itu, lewat anggaran pendidikan tahun 2020 yang mencapai Rp508 triliun bisa mendongkrak kualitas SDM Indonesia. “Anggaran pendidikan yang mencapai lebih dari Rp508 triliun untuk tahun depan,” ujar dia.

Tak hanya itu, pemerintah juga memastikan sarana dan prasarana pendidikan tersedia dengan baik, sehingga belajar dan mengajar menjadi semakin baik. Tentu saja, pembangunan fasilitas tersebut diawasi dengan ketat.

“Kita juga mendiversifikasikan pembiayaan kita sehingga kita mampu bisa membangun fasilitas pendidikan secara lebih cepat melalui publik private partnership,” tukas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Sekadar informasi, anggara pendidikan setiap tahun mengalami kenaikan. Hal itu guna meningkatkan kualitas pendidikan yang bermutu dan berdaya saing di kancah internasional.(din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here