PLN Diminta Selesaikan Persoalan Listrik di Daerah 3T

PLN Diminta Selesaikan Persoalan Listrik di Daerah 3T
PLN Diminta Selesaikan Persoalan Listrik di Daerah 3T

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, ada sekitar 125.000 rumah di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang belum mendapat pasokan listrik dari PT PLN (Persero), dan tidak mampu melakukan penyambungan.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menyebutkan, semula ada sebanyak 700.000 rumah tangga yang tidak mampu melakukan penyambungan sendiri karena keterbatasan dana. Menurutnya, jumlah tersbut akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya rumah baru.

“Karena setidaknya, biaya penyambungan listrik di luar pulau jawa untuk daya 450 volt ampere (VA) mencapai Rp734.500. Sedanglan sumbangan dana sejumlah stakeholder, telah berhasil dilakukan penyambungan ke 575.000 rumah. Artinya, saat ini tersisa sekitar 125.000 rumah yang tidak sanggup melakukan penyambungan, ” kata Jonan di Jakarta, Sabtu (12/10).

Baca juga
Mesin Pabrik Tahu di Wonosobo Meledak, Dua Orang Luka

Untuk itu Jonan meminta, PLN untuk dapat membantu merealisasi penyambungan listrik ke 125.000 rumah tersebut. Apalagi, penyambungan listrik tersebut akan menambah jumlah pelanggan PLN. Terlebih lagi, rasio elektrifikasi Indonesia yang saat ini telah mencapai 98,3% ditargetkan naik menjadi 99,9% pada akhir tahun nanti.

“Jadi, saya minta Plt Dirut PLN, kalau kurang tolong sedianya diselesaikan. Ini kan bisnis PLN, kalau saya direksi PLN kurangnya saya selesaikan,” tuturnya.

Menangapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengakui, bahwa untuk mengejar rasio elektrifikasi 100 persen terutama di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) pada 2020 masih cukup sulit. Pasalnya, warga di daerah 3T kesulitan biaya untuk melakukan penyambungan listrik.

“Setidaknya, untuk menyambung listrik sebesar 450 VA, satu rumah perlu membayar Rp734.000. Dana tersebut masih dinilai berat oleh masyarakat yang berada di kawasan 3T,” katanya.

Untuk itu Sripeni berharap, adanya kepedulian masyarakat, terutama dari pegawai PLN, untuk membantu penyambungan listrik masyakarat di 3T melalui program one man one hope. Dengan program tersebut, relawan dapat memberikan sumbangan yang dananya nanti digunakan untuk melakukan penyambungan listrik.

“PLN mengajak partisipasi dari siapa saja yang ingin juga ikut berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang belum bisa tersambung listrik,” imbuhnya.

Selain persoalan penyambungan listrik dari rumah, lanjut Sripeni, investasi pembangkit hingga jaringan listrik juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi PLN. Apalagi, pembangunan pembangkit dan transmisi di daerah 3T yang dinilai tidak ekonomis secara bisnis.

“PLN punya obligasi menyiapkan transmisi, tapi saudara-saudara di sana tidak mampu menyambung, banyak kerja sama tetapi gap masih besar,” ungkapnya. (der/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here